Langganan SP 2

Tuan Besar dan Raja Kubu Resmi Dinobatkan

Advertorial

Editor hendra anglink Dibaca : 344

Tuan Besar dan Raja Kubu Resmi Dinobatkan
TERIMA PENGHARGAAN – Staf Ahli DPD RI, Harry Daya mewakili Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (OSO) menerima penghargaan sekaligus gelar Dato Petinggi Negeri oleh Kesultanan Kubu.
KUBU RAYA, SP - Tuan Besar yang dipertuankan Raja Kubu, Habib Ismail Bin Hasan Alaydrus dan Raja Kubu Habib Zulfi Bin Ismail Alaydrus resmi dinobatkan, Minggu (27/8).

Pengesahan dan pengambilan sumpah dilakukan di hadapan  Pangeran Nuryakin, mewakili Sultan Banjar, Haji Khairul Saleh Al-Mu'tashim Billah ini bertempat di halaman Kerajaan Kubu, di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya.

Sebelumnya, Pangeran Nuryakin yang bertindak mewakili Kerajaan Raja-Sultan se Borneo, menobatkan  Habib Ismail Bin Hasan Alaydrus sebagai Tuan Besar yang dipertuankan Raja Kubu, dilanjutkan penobatan Raja Kubu oleh Tuan Besar.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Syarif Ibrahim Alaydrus, penobatan Tuan Besar dan Raja Agung ini diharapkan dapat mengenalkan kembali sejarah Kerajaan Kubu kepada masyarakat dan generasi muda, terutama bagi keluarga Alaydrus baik di dalam mapun luar Kalbar.

Selain itu dapat menjadi ikon pengembangan pariwisata di wilayah Kubu Raya, terutama wisata religius, dan wisata kearifan lokal kerajaan, sehingga bisa meningkatakan sektor ekonomi masyarakat.

“Kita harap ini juga menjadi momentum penataan kebudayaan kesultanan sebagai wadah pengembangan dan menjaga kebudayaan lokal yang merupakan bagian kekayaan daerah,” katanya.

Untuk itu, Ibrahim mengharapkan agar keluarga besar Alaydrus dapat bersama-sama bergandengan tangan, bahu membahu dan bersatu dalam bingkai silaturahmi yang erat, saling membantu satu dengan lainnya.

“Karena ibarat pepatah bola lampu ukuran 75 watt kelihatan bersinar lebih terang dibandingkan dengan tiga bila lampu berukuran 25 watt yang dinyalakan bersama,” katanya.

Bupati Kubu Raya, Rusman Ali yang hadir pada pengukuhan tersebut meminta keluarga besar Alaydrus dapat menjaga nama harus raja pertama yang sudah ratusan tahun sangat harum dan dikenal baik oleh masyarakat Kalbar.

“Kerajaan Kubu  ini adalah satu-satunya budaya yang ada di Kubu Raya yang dapat dikembangkan. Ada Situs Makam Kerajaan, ada pula istana. Ke depan istana dapat direhab kembali sehingga menjadi tempat wisata baik dari luar maupun dari negeri tetangga,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Raja Kubu, Habib Zulfi bin Ismail Alaydrus mengatakan, ke depan ia berharap keluarga besar Alaydrus bersatu guna mengangkat marwah Alaydrus. Acara penobatan ini adalah wujud dari keinginan untuk menyatukan kembali keturunan-keturunan Alaydrus yang ada di Kalbar, Borneo, Jawa, hingga dari luar negeri.

“Saya pribadi diminta seperti apapun siap untuk mengalah dan mengikuti apa yang menjadi keputusan keluarga bersama. Digelarnya acara ini hanya bertujuan menyatukan Alaydrus guna mengangkat marwah kubu. Selain itu, mengangkat kembali budaya-budaya kerajaan maupun daerah agar dapat terjaga dan dikembangkan kembali,” harap Zulfi. 

Sementara Wan Abdullah bin TKU Haji Abidin Alaydrus bergelar Pangeran Muda dari Serawak berharap Kubu Raya dianugerahkan raja yang berdaulat seperti di Malaysia dan menjaga jalinan silaturahmi yang erat antar sesama keluarga di seluruh nusantara.

Selain penobatan Tuan Besar dan Raja Kubu, dilantik juga para pengurus organisasi kesultanan. Selian itu pemberian gelar kehormatan kepada Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (OSO), Bupati Kubu Raya, dan para tokoh dan keluarga yang telah berjasa dalam pembangunan di Kubu Raya dan Kalimantan Barat. (lam/bah)