Dinkes Kalbar Gelar Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Advertorial

Editor Andrie P Putra Dibaca : 94

Dinkes Kalbar Gelar Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
RAKOR - Rakor Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Minggu (26/11). (SP/Salam)
PONTIANAK, SP - Guna menekan berbagai penyakit baik menular maupun tidak, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, menggelar Rapat Koordinasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit se-Kalbar, di Hotel Haris, Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, Minggu (26).

Rapat yang menghadirkan narasumber Direktur Jenderal Pencegahan Dana Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Mohammad Subuh ini, dihadiri semua Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang, Kepala Seksi, dan Kepala Bappeda di 14 kabupaten/kota. 

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Andy Jap menyebutkan, koordinasi ini akan mendengarkan pemaparan mengenai kebijakan Pemerintah RI, baik itu mengenai program jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Terutama kebijakan dan strategi yang akan dihadapi di tahun 2018 mendatang.

“Kegiatan ini sangat penting bagi setiap petugas kesehatan, maupun lintas sektor. Agar kebijakan yang ditugaskan oleh pemerintah pusat dapat berjalan dan dimengerti dan dilaksanakan bersama-sama. Memiliki satu visi yang sama oleh semua sektor yang terlibat dalam membangun Indonesia sehat,” kata Andy Jap.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan Dana Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Mohammad Subuh menjelaskan, pemerintah Indonesia melalui Presiden Jokowi, telah memprogramkan yang namanya sembilan Nawacita. Salah satunya yakni program Indonesia sehat.

“Fokus program Indonesia sehat ini bagaimana membentuk paradigma masyarakat sehat, pembangunan kesehatan dan jaminan kesehatan. Tiga sektor ini nantinya menjadi program yang penting dibangun pada tahun-tahun berikutnya. Untuk itu, kita berharap ada perencanaan yang sama setiap kabupaten kota yang diawali dengan pendekatan keluarga,” papar Subuh.

Upaya yang dilakukan lanjut Subuh, dengan cara pencegahan yang dilakukan melalui deteksi dini.

“Memang untuk pencegahan dan deteksi dini ini memakan dana yang begitu besar, bisa mencapai ratusan miliar setiap melakukan pencegahan. Baik melalui vaksin maupun alat-alat kesehatan. Untuk itu perlu kerja sama pemerintah daerah dan wakil rakyat agar ada usaha untuk meningkatkan anggaran di bidang kesehatan ini,” tegas Subuh.

Untuk itu Subuh berharap, petugas kesehatan yang membidangi pengolahan dan penelitian data, harus melaporkan adanya indikasi mapun penyakit yang berkembang di tengah masyarakat secara akurat dan benar.

Tujuannya agar dapat dilakukan pencegahan secara cepat sehingga penyakit yang timbul tidak semakin mewabah. (lam/bis)