IAIN Pontianak Mewisuda 344 Lulusan, Kapolda Kalbar Sampaikan Orasi Ilmiah

Advertorial

Editor Indra W Dibaca : 159

IAIN Pontianak Mewisuda 344 Lulusan, Kapolda Kalbar Sampaikan Orasi Ilmiah
IAIN Pontianak menggelar Wisuda ke VII, Sabtu (21/7) di Gedung Sport Center. (Ist)
PONTIANAK, SP - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menggelar Wisuda ke VII, Sabtu (21/7) di Gedung Sport Center. Sebanyak 344 wisudawan dikukuhkan gelar kesarjanaannya pada prosesi yang berlangsung hikmat tersebut.

Adapun wisuda kali ini mengusung tema “Wisudawan IAIN Pontianak Siap Menjadi Garda NKRI, Membumikan Ajaran Islam Washatiyah dan Menangkal Gerakan Radikalisasi Pragmatis”.

Peserta kegiatan ini terdiri dari 192 wisudawan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), 82 Wisudawan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), 42 Wisudawan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), dan 28 wisudawan program Pascasarjana.

Tampak para orang tua/wali memenuhi lokasi kegiatan guna menyaksikan prosesi wisuda putra-putrinya. Suasana gembira dan penuh kebanggaan terpancar dari raut wajah mereka.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh para undangan dari berbagai instansi dan stakeholder IAIN Pontianak. Kesempurnaan acara semakin lengkap dengan kehadiran Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. H. Arskal Salim, GP, MA, Ph.D. Kapolda Kalbar Irjen. Pol. Drs. Didi Haryono, SH., MH, pun didaulat untuk menyampaikan orasi ilmiah.

Rektor IAIN Pontianak dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan jenjang studinya. Ucapan selamat dan terimakasih juga ia utarakan kepada para orang tua/wali yang telah memercayakan IAIN Pontianak sebagai tempat menimba ilmu bagi putra-putrinya.

Menyikapi situasi kehidupan berbangsa saat ini, rektor berpesan kepada seluruh lulusan IAIN Pontianak agar menjadi garda terdepan dalam menangkal radikalisme agama yang dapat mengancam kondusifitas kehidupan bernegara.

“Pahami, dalami, dan sebarkan ajaran Islam yang moderat, yaitu ajaran Islam washatiyyah, sebuah ajaran yang menghargai perbedaan, toleran, dan Rahmatan Lil ‘Alamin,” paparnya.

Direktur Pendidikan Tinggi  Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. H. Arskal Salim ketika memberikan kata sambutan di depan ribuan orang mengapresiasi tema yang diusung dalam kegiatan wisuda IAIN Pontianak.
Prof. Arskal Salim menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam merupakan elemen penting dalam menjaga kondusifitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Di Indonesia terdapat 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, 685 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta, dengan kurang lebih 800.000 mahasiswa dan jutaan alumninya. Hal ini menunjukkan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan merupakan aset bangsa yang sangat berharga,” ungkapnya.

Menurutnya, jumlah yang besar ini dapat memainkan peran sebagai benteng moderasi keagamaan. Hal ini menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi di tengah menguatnya radikalisme keagamaan di negara kita.

Dengan alasan ini pula, ia menekankan pentingnya upaya dan peran serta semua pihak untuk memajukan Perguruan Tinggi Keagamaan. Ia juga mendorong IAIN Pontianak untuk terus bekerja keras meningkatkan kinerja dan akreditasi guna menyongsong perubahan status dari IAIN menjadi UIN.

“Wisuda hari ini bukanlah sebuah akhir, melainkan hanya sebuah terminal. Setelah ini, Anda semua akan menghadapi tantangan di ranah yang berbeda. Untuk itu, jangan berhenti belajar dan berkiprahlah di masyarakat,” nasihatnya kepada para wisudawan.

Kepala Kepolisian Daerah Kalbar, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono SH., MH, hadir menyampaikan orasi ilmiah. Materi yang disampaikan bertajuk “Strategi Polda Kalbar Berkibar Guna Menjaga Kondusifitas Kamtibmas dan Mencegah Radikalisme di Era Globalisasi dalam Rangka Mendukung Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Barat”.

Di awal penyampaiannya, Kapolda Kalbar menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat yang telah turut serta menjaga ketertiban dan keamanan selama berlangsungnya pesta demokrasi yang baru saja dilalui. Orang nomor satu di Polda Kalbar tersebut berpesan kepada para wisudawan.

“Jadilah agen perubahan dan pemimpin yang berjiwa Pancasila. Buatlah negara ini menjadi bangga dengan Identitas lulusan IAIN Pontianak yang memiliki beragam prestasi,” ucapnya.

Terdapat tiga kesimpulan dari materi yang disampaikan. Pertama, situasi Kamtibmas di Provinsi Kalbar saat ini relatif kondusif. Tidak ada kejadian atau gangguan Kamtibmas yang menonjol. Situasi Kamtibmas yang dirilis pada pertengahan semester tahun 2018, menunjukkan trend kenaikan jumlah kuantitatif kriminalitas pada semua jenis gangguan Kamtibmas, yang didominasi oleh kejahatan transnational crimes (narkoba, illegal treding, smuggling, logging dan mining) serta kejahatan konvensional lainnya. Namun nilai tersebut merupakan langkah pro-aktif Polda Kalbar dalam rangka cipta kondisi khususnya menghadapi seluruh rangkaian agenda nasional yang terselenggara di Kalbar.

Kedua, strategi yang diterapkan oleh Polda Kalbar Berkibar dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas dan mencegah radikalisme di era globalisasi guna mendukung pembangunan daerah adalah dengan mengedepankan pro-aktif kepolisian yang promoter, dituangkan dalam wujud Program 100 Hari Kapolda Kalbar yang saat ini sudah dilaksanakan program jilid ke III.

Ketiga, Kondisi masyarakat yang diharapkan adalah masyarakat yang memiliki tingkat kesadaran dan kepatuhan yang tinggi terhadap hukum dan peraturan, serta memiliki partisipasi yang tinggi dalam upaya-upaya memelihara Kamtibmas dengan kemampuan daya tangkal, daya cegah, daya penanggulangan, serta daya rehabilitasi yang memadai terhadap berbagai gangguan Kamtibmas terutama dalam menyikapi perkembangan global dan paham radikalisme, yang mengedepankan islam moderat atau perspektif wawasan kebangsaan serta konsep kebhinekaan sebagai dasar pemikiran dalam kehidupan sehari-hari. (*)