Minggu, 17 November 2019


BPJS Kesehatan Sarasehan Bersama TNI Sembari Sosialisasi

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 62
BPJS Kesehatan Sarasehan Bersama TNI Sembari Sosialisasi

Jajaran BPJS Kesehatan dan TNI di Kalbar salam komando menunjukkan kekompakan.

PONTIANAK, SP – Dalam upaya meningkatkan pemahaman serta pengetahuan peserta mengenai manfaat program JKN-KIS, BPJS Kesehatan menggelar sarasehan dan sosialisasi bersama TNI di Hotel Mercure Pontianak, Kamis (7/11). Adapun beberapa unsur yang ikut dalam kegiatan ini adalah TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut serta TNI Angkatan Udara. 

Deputi Direksi Wilayah Banten, Kalbar dan Lampung BPJS Kesehatan, Fachrurazi menjelaskan, sebagai badan hukum yang dibentuk oleh pemerintah untuk mewujudkan terlaksananya program JKN, yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia, BPJS selalu berpedoman pada Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS pasal 14. Aturan itu menyatakan setiap orang termasuk orang asing yang bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia, wajib menjadi peserta program jaminan sosial. 

“Termasuk untuk anggota TNI baik pegawai sipil maupun militer,” terangnya.

Fachrurazi mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah sosialisasi program JKN-KIS yang diselangggarakan oleh BPJS Kesehatan sejak tanggal 1 Januari 2014. Fokusnya, terkait apa saja yang menjadi kebijakan serta informasi terbaru dalam penyelenggaraan program tersebut; mempertajam upaya optimalisasi pelayanan kesehatan baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan, khusus TNI. 

“Banyak sekali kasus-kasus yang berkembang di media massa dikarenakan peserta yang tidak mengikuti prosedur atau ketentuan yang berlaku, baik itu karena ketidaktahuan dan lain sebagainya,” ujarnya. 

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa kepuasan peserta menjadi fokus utama BPJS Kesehatan. Maksudnya, pemahaman peserta terhadap program JKN-KIS tersebut, tentu akan mempermudah peserta memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. 

Sistem pelayanan di era JKN, kata dia, mengutamakan optimalisasi di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas, klinik pratama, maupun dokter praktik perorangan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Sehingga fasilitas kesehatan tingkat pertama bukan hanya berfungsi sebagai pembuat rujukan semata,” tegasnya.

Melalui mekanisme pelayanan kesehatan yang berjenjang ini, diharapkan fasilitas kesehatan tingkat pertama dapat menjalankan perannya secara signifikan dan komperhensif. 

“Jika dirasa pasien yang merupakan peserta JKN-KIS perlu penanganan spesialistik baru dirujuk ke dokter spesialis yang ada di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan, seperti rumah sakit,” terangnya. 

Untuk itu, dia meminta BPJS Kesehatan terus berupaya menyosialisasikan secara langsung maupun tidak, kepada masyarakat. Hal ini agar peserta ketika akan memanfaatkan haknya dapat mengikuti prosedur yang berlaku.

“Kegiatan sosialisasi ini akan terus digencarkan, selain merupakan kewajiban, kegiatan ini juga diharapkan akan meningkatkan pengetahuan peserta untuk terus menjaga kesehatan yaitu di antaranya dengan cara menerapkan pola hidup segat mulai dari lingkungannya,” ucapnya. 

Dalam acara tersebut juga diadakan kegiatan monitoring dan evaluasi ke fasilitas kesehatan milik TNI yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di wilayah Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Di antaranya adalah RSAU dr. Mohammad Sutomo yang merupakan milik TNI AU, Rs. Tk. II Kartika Husada milik TNI AD, Klinik Ambara Asata Lanud Supadio milik TNI AU, Poskes Kubu Raya milik TNI AD, serta BK Lantamal XII Pontianak milik TNI AL.

Sementara tim yang melakukan supervisi di antaranya adalah dari TNI yakni Dirkes Ditjen Kuathan Kementrian Pertahanan RI, Wakapuskesad, Kadiswesal, Kadiskesau, serta Deputi Direksi Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, 

Pada kesempatan itu, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan aplikasi Mobile JKN. Yakni, sebuah aplikasi yang mempermudah masyarakat baik yang sudah menjadi peserta JKN-KIS maupun yang belum terdaftar. 

Adapun kemudahan yang bisa diakses oleh masyarakat dalam aplikasi tersebut di antaranya adalah kemudahan membayar dan mengubah data peserta, kemudahan mengetahui informasi data peserta dan keluarga, kemudahan mengetahui informasi tagihan dan pembayaran iuran, kemudahan mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan, dan kemudahan menyampaikan pengaduan serta permintaan informasi seputar JKN-KIS.

Acara itu juga dihadiri Dirkes Ditjen Kuathan Kementrian Pertahanan RI, Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Wakapuskesad, Kadiskesal, Kadiskesau, Pangdam XII/TPR, Danlantamal XII Pontianak, Danlanud Supadio, Deputi Direksi Pelayanan Peserta, dan Ade Rai sebagai brand ambassador BPJS Kesehatan. (sms)


  •