Dipicu KDRT, Seorang Isteri Bunuh Suami

Bengkayang

Editor sutan Dibaca : 781

Dipicu KDRT, Seorang  Isteri Bunuh Suami
ILUSTRASI (palingaktual.com)
BENGKAYANG, SP- Kepolisian Resort Bengkayang, membenarkan, Aris Thomas (43) alias Imas tewas dibunuh istrinya, Dewi Anfani alias Atir (37), karena dipicu tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Warung Bakmie, Kelurahan Bumi Emas, Jalan Swadaya, Bengkayang.  

Kapolres Bengkayang, Ajun Komisaris Besar Polisi Bambang Irawan, Minggu (10/7/2016), menjelaskan, insiden pembunuhan terjadi tidak jauh dari Bank Danamon dan Teras Bank Rakyat Indonesia (BRI), Jalan Basuki Rahmad, Bengkayang, bertepatan hari kedua Idul Fitri 1437 Hijriah, pukul 10.00 WIB, Kamis, 7 Juli 2016.  

“Berawal dari tindak kekerasan di dalam rumah tangga oleh korban terhadap istrinya, Rabu malam, 6 Juli 2016. Karena dendam, saat terjadi pertengkaran lanjutan pada  hari berikutnya, terjadilah pembunuhan, Kamis pagi, 7 Juli 2016,” kata Bambang Irawan.  

Menurut Bambang, warga sekitar heran ketika terjadi aksi keributan di dalam Warung Bakmie. Saat mendekat, warga sudah melihat korban Thomas sudah terkapar bersimbah darah akibat ditikam dengan pisau dapur.   Polisi bergerak cepat, tapi korban sudah  tewas. Hanya hitungan menit, pelaku kemudian menyerahkan diri. Pisau dapur untuk menikam korban, disita polisi sebagai barang bukti.  


BPPKB Siap Cari Pengacara

Ir Magdalena MM, Kepala Badan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bengkayang menuturkan, ikut prihatin atas kejadian yang menimpa keluarga Aris Tomas dan Dewi Anfoni,  warga Kelurahan Bumi Emas Kecamatan Bengkayang.
"Kami siap membantu Dewi Anfoni untuk mencarikan pengacara apabila dibutuhkan pihak keluarganya," ungkap Magdalena via telpon, Minggu (10/7).
Ia menuturkan, secara hukum Dewi Anfoni tetap kena sanksi hukum. Namun kita harus melihat kejadian pasti. Ada sebab dan akibat. 
Magdalena mengutarakan, biasanya disebabkan masalah ekonomi serta ketidakharmonisan hubungan dalam rumah tangga.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat untuk tetap meningkatkan harmoninasi dan komunikasi dalam lingkungan rumah tangga, antara suami dan istri serta anak-anak. (cah/aju/sut)