Langganan SP 2

Pemkab Bengkayang Fokus Selesaikan Patok Batas

Bengkayang

Editor sutan Dibaca : 604

Pemkab Bengkayang Fokus Selesaikan Patok Batas
Patok tapa batas Indonesia – Malaysia di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Barat dengan Distrik Serikin, Negara Bagian Sarawak. (humas)
BENGKAYANG, SP- Pemkab Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, fokus dalam menyelesaikan patok tapal batas dengan pemerintahan otonom lainnya,  agar tidak merugikan masyarakat terkait pelayanan.

Demikian  disampaikan Staf Ahli Bupati Bengkayang Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Pinus Syamsudin.  “Sampai sekarang masih ada titik-titik yang belum selesai ditentukan,” katanya  di Bengkayang, Kamis (21/7).  

Menurut Pinus, kawasan perbatasan di Kabupaten Bengkayang meliputi wilayah Negara Bagian Sarawak, Federasi Malaysia, yakni Kecamatan Siding dan Kecamatan Jagoi Babang.  

Perbatasan dengan Kabupaten Sambas yakni Kecamatan Jagoi Babang, Kecamatan Seluas, Kecamatan Sanggau Ledo, Kecamatan Ledo, Kecamatan Lumar, dan Kecamatan Lembah Bawang.

Sedangkan perbatasan Kabupaten Sanggau yakni Kecamatan Siding.   Wilayah perbatasan lain yakni dengan Kabupaten Landak di Kecamatan Suti Semarang dan Kecamatan Teriak, Kabupaten Mempawah di Kecamatan Sungai Raya, dan Kota Singkawang di Kecamatan Monterado, Kecamatan Lembah Bawang, dan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan.  
"Untuk menyelesaikan konflik batas antarkabupaten, kita harus fokus sehingga segera dirampungkan," ungkap Pinus.
   

Pinus mengatakan, untuk batas dengan Serawak, Malaysia Timur,  sudah tentu selesai karena itu urusan pemerintah pusat. Namun antarkabupaten/kota ini yang masih perlu dibahas dan ditindaklanjuti.
   

Saat menjabat sebagai Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Pinus mengaku memiliki target untuk menyelesaikan konflik tapal batas antarkabupaten.   Hal ini dilakukan supaya tidak ada lagi pekerjaan rumah. Apalagi Kabupaten Bengkayang telah berusia 17 tahun, tentunya masalah tapal batas dengan kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Barat harus segera diselesaikan.  

Dalam hal pembangunan, lanjut Pinus,akan berdampak negatif apabila tapal batas antarkabupaten, antarkecamatan dan antardesa belum kelar karena akan menghambat terealisasinya visi dan misi Bupati Bengkayang.  

Pinus merinci, tapal batas antarKabupaten Bengkayang dengan Kabupaten Sambas yang masih belum kelar yakni antara Kecamatan Ledo dengan Kecamatan Subah kemudian Kecamatan Lembah Bawang dengan Kecamatan Tebas.  

Wilayah tapal batas lain yakni Kecamatan Siding dengan Kabupaten Sanggau. Untuk Kabupaten Bengkayang dengan Kota Singkawang, masih perlu pembahasan lebih lanjut di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan dan Kota Singkawang.   

Batas Kabupaten Bengkayang dengan Kabupaten Mempawah telah selesai di Sungai Duri. Sedangkan batas Kabupaten Bengkayang dengan Kabupaten Landak yang belum rampung, yakni di Kecamatan Suti Semarang, itu pun menyisakan beberapa titik saja.   

Guna menyelesaikan tapal batas, selain seringnya pertemuan pemangku kepentingan antarkabupaten, juga peran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat dibutuhkan. "Tapal batas yang telah kelar, kita sudah tetapkan menggunakan Global Position Syste (GPS) sehingga mudah dipantau," kata Pinus.  

Target penyelesaian patok batas dengan Singkawang yakni pada 2016- 2017, Kota Singkawang pada  2018, Kabupaten Sanggau pada 2019, Kabupaten Sambas dan Kabupaten Landak pada 2020. (yop/aju/sut)