PBB, Sumber PAD Terbesar Kabupaten Bengkayang

Bengkayang

Editor sutan Dibaca : 878

PBB, Sumber PAD Terbesar Kabupaten Bengkayang
ILUSTRASI (ist)
BENGKAYANG, SP- Bupati Bengkayang mengakui, sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) paling besar di sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan.
 
“Apabila Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Kabupaten Bengkayang tahun 2014 sebesar Rp749,976 miliar, APBD-P tahun 2015 senilai Rp972,768 miliar, maka APBD murni 2016 tembus Rp1,034 triliun,” kata Suryadman Gidot, Bupati Bengkayang, Minggu (14/8).   

Gidot mengungkapkan sumber pendapatan Kabupaten Bengkayang, berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana perimbangan, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU).  
 
  
Peningkatan PAD cukup menggembirakan, ujar Gidot, berkat dukungan maksimal semua pihak, baik Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun masyarakat yang sangat respons terhadap pembangunan yang dijabarkan Pemkab  Bengkayang.   

“Tapi kita tidak boleh berpuas diri. Pelayanan kepada masyarakat mesti terus ditingkatkan, agar distribusi anggaran pembangunan, betul-betul dirasakan berbagai lapisan masyarakat,” ungkap Gidot.  
 

Diungkapkan Gidot, untuk sukses mencapai Kabupaten Bengkayang maju, salah satu skala prioritas ditangani, infrastruktur dan pembangunan Sumber Daya Danusia (SDM).   Infrastruktur, kata Gidot, merupakan kebutuhan utama.
 
Faktor pendorong kebutuhan infrastruktur, antara lain adanya pertambahan penduduk menyebabkan meningkatnya permintaan kebutuhan masyarakat.  
 

Gidot mengatakan, terutama untuk kebutuhan pokok, antara lain makanan, pakaian, dan perumahan. Maka dari itu pemenuhan sarana prasarana sangat diperlukan sebagai penunjang kebutuhan masyarakat. 

Pembangunan Infrastruktur dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya pertumbuhan ekonomi sendiri juga dapat menjadi tekanan bagi infrastruktur.
  
 
Khusus infrastruktur jalan dan jembatan, Pemkab Bengkayang akan menggandeng Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk membangun infrastruktur jalan dan jembatan.   

“Pembangunan jalan paralel di sepanjang perbatasan Provinsi Kalimantan Barat dengan mengedepankan Detasemen Zeni Tempur TNI AD, ternyata sangat efektif, efesiden, murah dan cepat,” kata Suryadman Gidot.  
 

Menurut Gidot, Kabupaten Bengkayang sebagai salah satu dari lima kabupaten di perbatasan Provinsi Kalimantan Barat, merasakan manfaat langsung pelibatan Detasemen Zeni Tempur TNI AD di dalam membangun jalan paralel di perbatasan.  
 

Gidot mengatakan, panjang perbatasan di wilayah Kabupaten Bengkayang mencapai 72 kilometer dan sekarang pembukaan ruas jalan dilakukan Detasemen Zeni Tempur TNI AD tengah berjalan sekitar hampir dua tahun.  (aju/sut)