Gidot Protes Kebijakan Mendatangkan Guru dari Luar Daerah

Bengkayang

Editor Soetana hasby Dibaca : 4698

Gidot Protes  Kebijakan Mendatangkan Guru dari Luar Daerah
AKSI GURU - Aksi damai ribuan guru di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, pada Agustus 2016 lalu. (SP/Yodi Rismana)
BENGKAYANG, SP -  Bupati Bengkayang Suryadman Gidot memprotes kebijakan Pemerintah Pusat yang akan mendatangkan guru ke wilayah tersebut. 

Meski diakuinya, Kabupaten Bengkayang masih kekurangan guru, namun Gidot tidak sejalan dengan Pemerintah Pusat dalam mengisi kekurangan tenaga guru. Dia berkeinginan Pemerintah Daerah Bengkayang  diberi  kewenangan merekrut tenaga guru. 

Karena itu, tegas Gidot, Pemerintah Pusat mesti mengevaluasi keputusan moratorium penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil. "Kembalikan Rekrutmen CPNS ke daerah,"  tegas Gidot ketika ditemui di Lapangan Zenit Tempur Mabak, Desa Tiga Berka,t Kecamatan Lumar, Senin (28/11) lalu.

Dampak dari moratorium, ujar Gidot, sarjana pendidikan asal Bengkayang menganggur.

Hal ini mempersulit Kabupaten Bengkayang  untuk keluar dari kategori daerah tertinggal yang telah ditetapkan Kementerian Dalam Negeri.

Padahal, menurut Gidot, Pemkab Bengkayang telah berupaya melepaskan diri dari kategori daerah tertinggal melalui program melalui Beasiswa Utusan Daerah (BUD).

"Macam mana mau lepas dari kabupaten tertinggal dan meningkatkan SDM, bila rekrutmen masih sentralistik. Apalagi 2017 mendatang para guru,” pungkas Gidot. (cah)