Langganan SP 2

KPM PKH di Bengkayang Bertambah 1.699 Peserta

Bengkayang

Editor sutan Dibaca : 713

KPM PKH di Bengkayang Bertambah 1.699 Peserta
Ilustrasi
BENGKAYANG, SP – Koordinator Kabupaten Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Bengkayang, Dedianto mengungkapkan bahwa ada penambahan 1.669 peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru. Data KPM PKH yang baru tersebut tersebar di 16 kecamatan kecuali Samalantan.  

"Hasil validasi selama 2016 oleh PKH Kabupaten Bengkayang, ada penambahan KPM  baru sebanyak 1669 peserta. Penentuan peserta KPM PKH dari Kementerian Sosial RI ini langsung dari pusat, bukan daerah," kata Dedianto kepada Suara Pemred.
 

Dedi merincikan, Kecamatan Bengkayang berjumlah 53 peserta, Capkala 54 peserta, Jagoi Babang 76 peserta, Ledo 34 peserta, Lembah Bawang 221 peserta, Lumar 241 peserta dan Monterado 140 peserta.
  Kemudian, Sanggau Ledo 127 peserta, Seluas 57 peserta, Siding 53 peserta, Sungai Betung 41 peserta, Sungai Raya 115 peserta, Sungai Raya Kepulauan 50 peserta, Suti Semarang 42 peserta, Teriak 131 peserta dan Tujuh Belas 234 peserta  

"Peserta baru hasil validasi 2016 di 16 kecamatan sebanyak 1.669 dengan total anggaran Rp 471.416.459 dan telah ditransfer ke rekening masing-masing KPM," beber Dedianto.
 

Kecamatan paling banyak KPM PKH peserta baru ialah Tujuh belas. Sedangkan paling sedikit di Ledo.  

Dedianto menjelaskan bahwa PKH merupakan program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan bagi anggota keluarga diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.  

:Program ini dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTSM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan," ujarnya.

Pelaksanaan PKH juga mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium (MDG’s) yang akan terbantu oleh PKH yaitu pengurangan penduduk miskin dan kelaparan, pendidikan dasar, kesetaraan gender, pengurangan angka kematian bayi dan balita, pengurangan kematian ibu melahirkan. (cah/bah)