Kongres Dayak Satukan Semua Elemen

Bengkayang

Editor Kiwi Dibaca : 463

Kongres Dayak Satukan Semua Elemen
BERJOGET – Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot bersama masyarakat berjoget saat pembukaan Gawai Sowa Iban di Kecamatan Jagoi Babang. Pembukaan gawai ini dirangkaikan dengan pelaksanaan Kongres Internasional I Kebudayaan Dayak, 3-6 Juni di Bumi Sebalo. SUAR
BENGKAYANG, SP - Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot mengharapkan Kongres Internasional I Kebudayaan Dayak bisa jadi wadah pemersatu semua elemen Suku Dayak. Bersatunya semua potensi, dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan.  

Hal ini disampaikan Bupati Gidot saat menutup secara resmi kongres, di Aula Kantor Bupati Bengkayang, Selasa (6/6) malam. Kongres sendiri berlangsung tiga hari, 4-6 Juni 2017, di beberapa tempat di Bumi Sebalo  

"Saya bersyukur, Kongre Internasional I Kebudayaan Dayak, bisa berjalan dengan baik dan lancar, sehingga sukses. Kita tutup juga dalam keadaan sehat dan tidak kurang suatu apapun,” kata Bupati Gidot.  

Menurut Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar ini, penyelenggaraan kongres merupakan suatu kegiatan bersejarah di Kabupaten Bengkayang. Ia bangsa dan sangat berterima kasih, karena Kabupaten Bengkayang dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kongres.  

"Bengkayang adalah masyarakat yang majemuk, bersatu dalam bingkai Kabupaten Bengkayang. Saya meyakini, kongres ini akan menghasilkan banyak hal yang bisa dicapai waktu singkat dan jangka waktu yang cukup lama," tuturnya.   Suksesnya penyelenggaraan kongres, yang berjalan aman dan tertib berkat dukungan semua pihak, baik Kapolres Bengkayang, Dandim 1202/ Singkawang, Danlanud Harry Hadisoemantri, yang membuktikan bahwa Kalimantan Barat, khususnya Bengkayang damai dan tenteram.  

"Menunjukan bahwa digelarnya kongres kita katakan kepada orang di luar bahwa Kalbar, khususnya Bengkayang aman dan damai. Pesan yang disampaikan kepada banyak orang, kita semua cinta damai," jelasnya.  

Oleh karena itu, ia ingin masyarakat Kabupaten Bengkayang dapat membangun semangat kekeluargaan, persatuan, dan saling menghormati sesama meskipun berbeda suku adat, budaya, dan agama.  

"Mewaspadai berbagai berita yang terkadang apabila tidak menerima cerdas akan membuat kita terjebak. Jangan menyampaikan berita yang belum tentu kebenarannya, apalagi ditambah sehingga menimbulkan provokasi," paparnya.   Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Bengkayang, Martinus Kajot juga berharap Kongres Internasional I Kebudayaan Dayak, dapat mempersatukan Suku Dayak, dan bisa menghargai suku-suku lainnya yang ada di Kalbar.  

"Mulai saat ini, tidak ada lagi perbedaan, karena kita adalah Dayak, hanya berbeda bahasa. Bukan menunjukan kehebatan, namun menyatukan pendapat, memikirkan kemajuan ke depannya, Dayak nomor satu dan tetap menghargai suku lainnya," ujar Kajot, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Bengkayan.  

Menurut Kajot, Dewan Pengurus DAD juga fokus mengembangkan tentang adat istiadat. Sama dengan yang dilakukan saat Kongres Internasional I Kebudayaan Dayak. Apa yang harus disampaikan, sesuai dengan tugas dan kewajiban sehingga kebudayaan Dayak tetap terjaga.  

"Program yang mempersatukan bangsa yang bermacam adat dan budaya di Kabupaten Bengkayang. Tujuan kita baik, syukur kepada tuhan karena telah menunjukkan Dayak ingin bersatu," jelasnya.  

Selain itu ia juga berterimakasih dengan adanya penyelenggaraan kongres pertama kebudayaan Dayak yang menempatkan Kabupaten Bengkayang sebagai tuan rumah. Sehingga memperkenalkan suku Dayak yang berada di berbagai daerah dan negara.  

"Selepas kongres ini, kita harus berdoa dan berterimakasih kepada Tuhan, dan yang menyelenggarakan. Karena ini kita bisa mengenal sesama, sub suku Dayak dari berbagai daerah di Kalimantan, bahkan dari luar negeri," pungkas Kajot. (cah/mul)