Pagar Tugu Satu Atap Berkarat

Bengkayang

Editor Kiwi Dibaca : 520

Pagar Tugu Satu Atap Berkarat
TUGU BENGKAYANG – Keadaan Tugu Simpang Satu Atap, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, yang jadi ikon Kabupaten Bengkayang, kondisinya sangat memprihatinkan. Pagar rusak dan besinya sudah berkarat. SUARA PEMRED/YOPU CAHYONO
BENGKAYANG, SP – Ada satu pemandangan yang cukup memprihatinkan tatkala melalui perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya saat memasuki Kota Bengkayang. Pemandangan tersebut adalah di Tugu Simpang Satu Atap, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang.  

Tugu yang seharusnya jadi kebanggaan masyarakat Bumi Sebalo, namun kondisinya rusak, bahkan pagarnya suah berkarat semua. Masyarakat pun minta Pemkab, bisa segera turun tangan, memperbaiki bagian yang rusak.

“Kemana Pemkab ini, pagar tugu rusak dan berkarat, namun dibiarkan saja. Kenapa tidak ada perhatian sama sekali," kata Siska, warga Kelurahan Emas, saat ditemui Suara Pemred di Jalan Guna Baru, Trans Rangkang Bengkayang, Kamis (8/6).


 Menurut Siska, tugu yang berada di Simpang Tiga, Jalan Sanggau Ledo dan Jalan Guna Baru Trans Rangkang Bengkayang, merupakan satu satunya tugu termegah dan terindah di kota ini. Namun predikat tersebut perlahan dwmi perlahan menjadi pudar karena kondisi saat ini yang memprihatinkan.


 Pagar yang mengelilingi tugu tersebut sudah rapuh, berkarat dan bertanggalan. Bahkan warna pagar sudah didominasi oleh karat.

"Saya lihat pagar besi yang patah disandarkan pada pagar yang maaih berdiri tegak, " jelasnya.

Senada diungkapkan Nia,  warga Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang. Nia prihatin dan khawatir, tugu tersebut bisa ambruk, karena kondisi pagar yang mengelilingi tugu sudah berkarat dan ada yang patah.

 "Semoga saja tahun ini atau tahun depan pagar dipugarkan kembali oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemda Bengkayang supaya pemandangan tidak terkesan kumuh dan tidak terawat," ujarnya.

Diakui Nia, sudah layak dan sepantasnya pagar tersebut dilakukan pemugaran karena dibangun sejak Jacobus Luna menjabat sebagai Bupati Bengkayang.  

“Ini kan ikon Kabupaten Bengkayang, sangat disayangkan apabila nantinya terbengkalai dan rusak. Malu sama pendatang, yang pastinya akan berfoto di tugu tersebut,” ujarnya. (cah/mul)