Presiden MADN Tutup Acara Naik Dango di Samalantan

Bengkayang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 313

Presiden MADN Tutup Acara Naik Dango di Samalantan
Ilustrasi. (Net)
BENGKAYANG, SP – Pekan Gawai Gawai Dayak: Naik Dango Narah Padi Bukit ke XXII, yang digelar di Samalantan, Bengkayang, 10-15 Mei 2018 berlangsung meriah. Agenda budaya tahunan tersebut pun berakhir dengan ditutup Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis, Selasa (15/5).  

Dalam kata sambutannya, Cornelis mengajak warga Dayak dapat menjaga dan melestarikan adat budaya terutama Naik Dango yang telah dilaksanakan secara turun temurun sebagai warisan leluhur.

"Naik Dango adalah wujud ucapan syukur kepada Jubata atau Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen padi tahun lalu yang sudah disimpan dalam dangau tempat menyimpan padi sehingga kembali menanam padi pada tahun 2018,” kata Cornelis.

Di samping itu, terkait maraknya aksi teror yang terjadi sepekan terakhir, masyarakat Dayak diminta tidak takut.  “Kita lawan teroris dan jangan takut,” ucapnya.

"Kita tak pernah takut terhadap teroris yang telah merongrong bangsa Indonesia dengan aksi bom, oleh karena itu kita senantiasa waspada dan pantau serta awasi setiap tamu yang hadir mencurigakan segera laporkan kepada aparat keamanan,” timpalnya.

Cornelis juga mengingatkan warga untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilkada serentak 2018 yang digelar 27 Juni mendatang.

Ketua panitia, Hardianto mengcapkan terima kasih kepada Presiden MADN Dayak Cornelis yang telah menyempatkan diri untuk hadir dan semua pihak yang telah membantu kesuksesan acara Gawai Dayak Naik Dango. 

“Kehadiran Presiden MADN inilah yang kami rasakan sangat istimewa, sebab sebelumnya belum pernah dilaksanakan oleh panitia,” ucapnya. 

Selain Presiden MADN Cornelis, acara penutupan Naik Dango tersebut juga dihadiri calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar Karolin-Suryadman Gidot; Ketua DAD Kalbar Jakius Sinyor, sejumlah anggota DPRD Kalbar dan Kapolres Bengkayang AKBP Permadi. (nar/ang)