Sungai Duri Dianggap Perlu Pasar Representatif

Bengkayang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 157

Sungai Duri Dianggap Perlu Pasar Representatif
Ilustrasi. (Net)
BENGKAYANG, SP - Untuk mengantisipasi perkembangan wilayah serta kebutuhan pasar bagi masyarakat di wilayah pesisir, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Bengkayang perlu pasar yang representatif. 

Menurut  Kepala Desa Sungai Duri, Rezza Herlambang, adanya sebuah pasar representatif adalah keharusan.  Karena dengan kondisi yang sekarang sudah tidak mampu lagi menampung jumlah pedagang yang mencapai kurang lebih 250 orang. 

"Kebutuhan pasar tersebut adalah  untuk mengantisipasi perkembangan wilayah. Perkembangan wilayah akan sangat dinamis,” kata Rezza, Selasa (22/5).

Selain karena pengaruh perkembangan global dan regional, juga akibat perkembangan internal desa yang mulai memaksimalkan potensinya di semua sektor terutama perkebunan dan pertanian. Ditambah dengan rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing.

Faktor yang mendukung perlunya dibangun pasar rakyat di Sungai Duri diantaranya adalah sesuai dengan rencana tata ruang.  Sungai Duri sebagai daerah yang menopang sektor ekonomi beberapa desa dan kecamatan yang ada di kawasan pesisir Bengkayang. 

Selain itu juga untuk mencegah kekumuhan dengan cara mengurai kepadatan aktivitas ekonomi yang selama ini tersentralisasi di pasar lama. Yang akan berdampak positif untuk mempermudah penataan kawasan pasar lama yang menjadi wajah Sungai Duri dan beranda depan Kabupaten Bengkayang.

Selanjutnya, Sungai Duri didukung oleh letak geografis yang terletak di jalur sutera penghubung beberapa kota besar seperti Singkawang, Sambas dan Pontianak. Secara historis memang terkenal sebagai tempat persinggahan dan pusat perdagangan tempo dulu. 

“Jadi seandainya dibangun, kita tidak lagi memulai kebiasaan yang baru atau mengubah kebiasaan masyarakat lagi, karena secara tradisional Sungai Duri dikenal sebagai tempat berbelanja kebutuhan," tuturnya.

Pemerintah desa sangat mendukung. Komitmen ini ditunjukkan selain dengan terus menerus mengusulkan pembangunan pasar, juga pemerintah desa bekerjasama dengan berbagai pihak dalam menyiapkan lokasi. Baik itu ketersediaan lahan, kemudian sarana prasarana pendukung lainnya seperti jalan, jembatan, drainase dan lain sebagainya. 

"Dengan adanya sarana prasarana pendukung disekitar area pasar, diharapkan ke depan pasar ini dapat berkembang,” harapnya.

Pengurus Perkumpulan Pedagang Kaki Lima (P3KI), Sumardi bahwa pembangunan pasar rakyat di Sungai Duri sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Hal tersebut untuk mengakomodir tempat/lapak bagi sebagian besar pedagang yang belum mempunyai lapak pribadi. 

"Selama ini kan mereka menggelar barang dagangannya di tempat umum yang bukan diperuntukkan sebagai pasar.  Nah, jika dengan adanya pasar yang standar, barang dagangan juga terjaga kebersihannya sehingga aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat," imbuhnya.

Lokasi pembangunan pasar baru sudah disiapkan yang berada  di jalan Sumbawa samping komplek olahraga Wijaya Kusuma. (nar/ang)