Temu Kangen Alumni SMPN 1 Bengkayang

Bengkayang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 112

Temu Kangen Alumni SMPN 1 Bengkayang
TEMU KANGEN - Alumni SMPN 1 Kabupaten Bengkayang mengelar acara temu kangen angkatan tahun 1983/1984 di halaman SMPN 1 Bengkayang, Sabtu (23/6). (narwati/suara pemred)
BENGKAYANG, SP - Alumni SMPN 1 Kabupaten Bengkayang mengelar acara temu kangen angkatan tahun 1983/1984 di halaman SMPN 1 Bengkayang, Sabtu (23/6). Acara itu menjadi ajang para alumni untuk mengenang dan menjalin kembali tali silaturahmi sesama peserta. 

Acara yang dimulai dengan jalan santai pukul 07.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.  Acara dilanjutkan dengan pembagian  door   prize, sajian musik dan perlombaan dipandu panitia pelaksana yang dipimpin oleh Uyung. Acara berlanjut hingga malam. 

Reuni alumni SMPN 1 Bengkayang angkatan 1983/1984, merupakan yang pertama kali diadakan setelah hampir genap 35 tahun lalu, menuntaskan pendidikan di sekolah tersebut. Temu kangen ini mengangkat tema Satu Rasa, Satu Hati, Jalin Silaturahmi. 

Kepala sekolah SMPN 1 Bengkayang yang juga alumni angkatan 83, Emiliana mengatakan, acara itu dikemas dengan rasa kebersamaan dan kerinduan, serta satu hati sebagaimana dengan tema temu kangen. 

"Acara ini sengaja kita buat sebagai momentum yang tepat bagi para alumni untuk bertemu. Karena sudah 35 tahun kita tidak bertemu. Paling tidak ini menjadi waktu untuk saling bertemu dan  bersilaturahmi," ujarnya. 

Selain dari itu, acara juga bertujuan mempererat tali persaudaraan bagi para alumni. Dilihat dari sisi lainnya, banyak hal menarik, terutama pada antusiasme para alumni yang  turut andil dalam acara tersebut. 

Meskipun jarak dan tempat tinggal yang jauh, bahkan ada yang di luar pulau, mereka hadir untuk bertemu teman kecil semasa sekolah menengah pertama dulu. 

Supardi adalah salah satu alumni 84, yang sekarang sudah menetap di Ibu Kota Jakarta, juga turut hadir. Ia sekarang sebagai pengusaha garmen. Menurutnya, acara ini sudah direncanakan jauh hari. Namun karena ada beberapa hal, tidak bisa menghubungi teman untuk dikumpulkan. 

"Senang sudah pasti. Karena selama ini saya lah yang mencetuskan, agar diadakan reuni. Saya cari-cari kontak kawan kawan di Facebook, sudah terkumpul kami buat group di WhatsApp," ceritanya. 

Supardi menegaskan, temu kangen itu sangat berarti. Bagaimana tidak, sudah sekian lama tak bertemu, akhirnya bisa bertemu. 

"Dari daftar alumni ada 115 orang tergabung dua angkatan. Tapi hari ini tidak semuanya hadir, karena berbagai halangan," tuturnya. 

Pada acara itu, Supardi menyumbang baju, celana, dan laptop untuk sekolah dan acara. "Kami juga ingin memberikan sedikit ucapan terima kasih kepada guru kami dulu. Yaaa.. sebagai kenang-kenangan," bebernya. 

Zakarias juga mengungkapkan rasa bahagianya. "Saya senang bisa bertemu lagi bersama teman-teman saya dulu. Sekarang sudah tua. Tapi dengan momen ini, tali persaudaraan kita saling kuat dan terus dijaga," kata pengacara ini.

Acara yang berlangsung ini merupakan dukungan dari pihak sekolah sebagai tuan rumah. Juga dukungan biaya dari para alumni. (nar/bis)