Bupati Bengkayang Usulkan Hutan Adat Tiap Desa

Bengkayang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 316

Bupati Bengkayang Usulkan Hutan Adat Tiap Desa
Bupati Bengkayang Suryadman Gidot
BENGKAYANG, SP - Bupati Bengkayang Suryadman Gidot mengusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar setiap desa di Bumi Sebalo memiliki hutan adat yang harus dijaga dan pelihara oleh masyarakat sekitar.

"Namun tentunya tidak semua wilayah di Kabupaten Bengkayang desanya memiliki hutan, terutama Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan karena merupakan daerah pantai, belum ada hutan. Yang kita usulkan desa yang memiliki hutan," kata Gidot, seperti dikutip Antarakalbar.com, belum lama ini.

Ia menjelaskan, rencana usulan hutan adat tersebut tentu dilakukan secara bertahap. Setiap desa ditargetkan memiliki hutan adat seluas 2.000-3.000 hektare.

"Oleh karena itu masing-masing desa dan masyarakatnya melakukan pemetaan terhadap hutan yakni berapa luas hutan adat yang akan diusulkan dan bagaimana bentuk pengelolaannya," jelas dia.

Menurut dia, setiap kepala desa bersama warganya, wajib menjaga kelestarian hutan dan mengerti akan pentingnya hutan bagi keberlangsungan makhluk hidup baik manusia, tumbuhan maupun binatang yang ada di dalamnya.

Masyarakat desa juga diminta hanya menggantungkan penjagaan hutan hanya kepada aktivis atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) saja dalam kepedulian terhadap kelestarian hutan. Akan tetapi seluruh komponen masyarakat harus mendukung LSM dan berbuat secara bersama-sama dalam menjaga hutan agar tetap ada.  “Pada dasarnya masyarakat itu sendiri lebih tahu kelola hutan di sekitarnya," pesan dia.

Dipaparkannya bahwa saat ini sudah ada beberapa kawasan desa yang sudah berstatus hutan lindung seperti Hutan Pangajid, Desa Sahan; Gunung Jalo Desa Temia Sio, Hutan Pagoh Desa Lomba Karya Dawar dan beberapa hutan lindung lainnya. (ant/ang)