Kamis, 19 September 2019


Surat Pengunduran Diri Gidot sebagai Bupati Bengkayang Beredar

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 1637
Surat Pengunduran Diri Gidot sebagai Bupati Bengkayang Beredar

Foto diduga surat pengunduran diri Bupati Bengkayang Suryadman Gidot yang beredar di media sosial, Minggu (8/9).

BENGKAYANG, SP - Pascaoperasi tangkap tangan KPK pada Selasa (3/9) kemarin, surat tulisan tangan pengunduran diri sebagai Bupati Bengkayang oleh Suryadman Gidot beredar luas di media sosial, Minggu (8/9). 

Surat tulisan tangan Suryadman Gidot tersebut ditujukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Martinus Kajot di Bengkayang, tertanggal 4 September 2019.

Dalam surat yang dituliskan dengan tinta biru itu, Gidot menyatakan mengundurkan diri sebagi Bupati Bengkayang periode 2016-2021, dikerenakan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada tanggal 4 September 2019. Surat pengunduran diri dibuat Gidot dalam upaya tindak lanjut untuk pengisian jabatan Bupati dan Wakil Bupati hingga tahun 2021. 

"Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Atas perhatian diucapkan terima kasih," tulis Gidot dalam suratnya, serta ditandatangani.

Kasubbag Humas Pemda Bengkayang, Robertus membenarkan jika surat tersebut adalah tulisan Bupati. 

"Iya benar dari Bapak (Bupati)," ujar Robertus yang akrab disapa Obe, Minggu (8/9). 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus memilih tidak berkomentar banyak, sebab sampai saat ini surat tersebut belum resmi ada di lembaga DPRD. Namun, setidaknya Frans menyatakan jika Ketua DPRD Martinus Kajot sudah menerima surat pengunduran diri dari Gidot. 

"Ke Pak Ketua (DPRD) sudah, tapi saya tidak tahu apa isinya. Ketua belum  sampaikan, tapi berdasarkan surat tersebut dewan baru akan berkonsultasi dengan  Gubernur lebih lanjut. Besok kita akan panggil Sekwan, sebelum penggucapan sumpah/janji DPRD," balas Frans via WhatsApp.

Saat ini, Wakil Bupati Bengkayang Agustinus Naon sudah ditunjuk Gubernur Kalbar sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati Bengkayang lewat Surat Gubernur Nomor:121/ 2724/Pem-A tanggal 4 September 2019. (nar)