Minggu, 20 Oktober 2019


Surat Pengunduran Diri Gidot Tak Jelas

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 82
Surat Pengunduran Diri Gidot Tak Jelas

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot

BENGKAYANG, SP – Pengunduran diri Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot hingga kini masih belum jelas. Walau sempat beredar surat yang ditandatanganinya dan dipastikan asli, hingga kini DPRD Bengkayang belum menerima fisik surat tersebut. Terlebih, dalam surat tak ada materai yang jadi legalitas.

Ketua DPRD Sementara Bengkayang, Fransiskus menjelaskan hingga kini pihaknya belum menerima surat pengunduran diri Gidot secara fisik. Akan tetapi bersama sejumlah pejabat daerah Bengkayang dan Provinsi Kalbar, mereka sudah berkonsultasi ke Dirjen Otonomi Daerah berhubungan dengan surat pengunduran diri Gidot.

"Sampai hari ini bukti surat otentiknya belum ada, kita hanya melihat viral di media sosial terkait pengunduran diri Bupati Bengkayang,” ujar Fransiskus diruang kerjanya, Kamis (26/9).

Surat tulis tangan Gidot tersebut tidak memiliki kekuatan hukum karena tidak disertai materai. Jika pun disertai materai, Dirjen Otonomi Daerah menyarankan Pemda menunggu keputusan inkrah dari pengadilan negeri terkait kasus yang menimpanya.

“Kami juga diminta untuk kawal betul hal tersebut. Artinya jika sudah ada keputusan inkrah dari PN, kita mengambil salinan dari keputusan tersebut. Dan DPRD secara lembaga memparipurnakan pemberhentian Bupati Bengkayang dari jabatannya," jelas Fran.

Mekanismenya, usai putusan inkrah, DPRD dapat melakukan paripurna dan kembali menyurati Menteri Dalam Negeri lewat Gubernur Kalbar. Pilihannya adalah memberhentikan dengan hormat atau tidak.

“Jika diberhentikan secara hormat ataupun tidak hormat, ada dua mekanisme. Tentu Kemendagri melihat persoalannya. Jika diberhentikan dengan tidak hormat segala hak pensiun sebagai pejabat negara di daerah tidak diperolehnya," tegas Fran.

Sebelum adanya keputusan inkrah dari pengadilan,  Gidot masih berstatus sebagai Bupati Bengkayang, hanya secara hukum, dia tersangka.

"Untuk pemberhentian apakah diberhentikan secara hormat, atau tidak hormat itu tunggu keputusan pengadilan. Jadi posisi Suryadman Gidot masih berstatus Bupati Bengkayang, hanya pelaksana tugas diambil alih oleh Wakil Bupati, hanya secara hukum beliau status  tersangka," tambahnya.

Dalam hal ini, sebagai Ketua DPRD sementara meminta agar OPD tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Proses pelayanan tetap berjalan pada masyarakat Kabupaten Bengkayang.

"Pelayanan kepada rakyat itu harus. Kejadian ini bukan akhir dari segalanya. Tapi kejadian ini membuat kita introspeksi, kalau kinerja sudah baik selama ini kita tingkatkan, secara psikologis ya memang ada dirasakan, tapi pelayanan tetap dilakukan," tutup Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bengkayang ini.

Pascaoperasi tangkap tangan KPK pada Selasa (3/9) lalu, surat tulisan tangan pengunduran diri sebagai Bupati Bengkayang oleh Suryadman Gidot beredar luas di media sosial, Minggu (8/9). Surat tulisan tangan Suryadman Gidot tersebut ditujukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Martinus Kajot di Bengkayang, tertanggal 4 September 2019.

Dalam surat yang dituliskan dengan tinta biru itu, Gidot menyatakan mengundurkan diri sebagai Bupati Bengkayang periode 2016-2021, dikarenakan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada tanggal 4 September 2019. Surat pengunduran diri dibuat Gidot dalam upaya tindak lanjut untuk pengisian jabatan Bupati dan Wakil Bupati hingga tahun 2021.

"Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Atas perhatian diucapkan terima kasih," tulis Gidot dalam suratnya, serta ditandatangani.

Kasubbag Humas Pemda Bengkayang, Robertus membenarkan jika surat tersebut adalah tulisan Bupati.

"Iya benar dari Bapak (Bupati)," ujar Robertus yang akrab disapa Obe, Minggu (8/9). (nar/bls)