Jumat, 06 Desember 2019


Lukis Badan Jalan dengan Ornamen Khas Pantai

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 81
Lukis Badan Jalan dengan Ornamen Khas Pantai

PELEBARAN JALAN - Proses peningkatan dan pelebaran jalan Gang Pungut, RT 003/RW 001, Dusun Suka Damai, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang.

Pemerintah Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang  sedang dalam proses membangun "Kampung 3D" atau dikenal dengan kampung tiga dimensi. Kampung 3D ini akan menjadi yang pertama di Kabupaten Bengkayang.

Kampung 3D ini merupakan inovasi baru yang dilakukan oleh Pemdes Sungai Duri di Dusun Suka Damai, Desa Sungai Duri yang saat ini tengah proses peningkatan dan pelebaran jalan.

Dusun yang warganya mayoritas bekerja sebagai nelayan ini menjadi prioritas pembangunan  yang bersumber dari APBDes tahun 2019.

"Hal tersebut menjadi prioritas mengingat jalan tersebut belum bisa dilewati oleh kendaraan roda empat, dan letaknya yang berada tidak jauh dari pasar utama. Dengan dilebarkannya badan jalan maka akan dapat diakses mobil khususnya ketika terjadi keadaan darurat apakah ambulan atau mobil damkar," ujar Kepala Desa Sungai Duri Rezza Herlambang saat dihubungi Via WhatsApp, Minggu (6/10).

Lanjut Rezza, langkah pemerintah desa Sungai Duri tidak berhenti sampai di situ. Melihat bahwa Gang Pungut, Desa Suka Damai merupakan perkampungan nelayan yang padat dan mulai ada bibit kekumuhan. Oleh karena itu desa berinisiatif agar perkampungan tersebut tidak kumuh dan berwarna dengan mengecat kurang lebih 100 rumah penduduk.

"Maka kami berinovasi dengan menggagas Kampung 3D. Langkah pertamanya dengan melukis badan jalan dengan ornamen khas pantai. Kemudian membentuk Kelompok Sadar Wisata Kampung 3D yang nantinya akan mengelola area Kampung 3D," kata Rezza.

Selain melukis di badan jalan sebagai bentuk keindahan, juga akan mengecat rumah-rumah warga dengan aneka warna menarik. Pemdes Sungai Duri  juga akan membenahi lingkungan sekitar kampung 3D sehingga akan menarik pengunjung untuk datang.

"Nah ketika sudah selesai dikerjakan peningkatan jalannya. Kita lanjutkan dengan memberikan nilai lebih pada jalan tersebut.  Kita lukis dengan objek 3 dimensi sesuai dengan tema pesisir dan kampung nelayan. Kemudian kelompok sadar wisata yang sudah kita bentuk kita arahkan untuk memanfaatkan jalan tersebut untuk jadi daya tarik wisata," jelas ketua P-ABDESI ini.

Sementara untuk pelebaran jalan dan turap membutuhkan dana sebesar Rp 160 juta, dan untuk lukisan 3D sebesar Rp40 juta. 

Pembangunan Kampung 3D diharap dapat menjadi lingkungan yang rapi, bersih dan indah. Serta masyarakat sekitar akan mendapat manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan yang datang.

"Kita akan memberdayakan masyarakat dengan melatih para istri nelayan untuk mampu menjual produk oleh-oleh khas dari masyarakat yang hidup tidak jauh dari pantai. Kita berharap juga ada dukungan dari instansi lain seperti BUMN maupun swasta untuk membantu memajukan kampung 3D ini," harap Rezza.

Pembukaan Kampung 3D terinspirasi dari Kampung Pelangi yang ada di kota Malang-Jawa Timur. 

"Cuma kita modifikasi dengan ornamen 3D jadi bukan hanya warna warni," tambah Rezza.

Tahun 2019 ini, Pemdes Sungai Duri memiliki dua program inovasi, yakni Kampung 3D dan Pembesaran Kepiting Bakau oleh Pokmaswas. (Narwati)