Minggu, 20 Oktober 2019


Realisasi Pencairan PKH Masuk Tahap Ke Empat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 86
Realisasi Pencairan PKH Masuk Tahap Ke Empat

SAMBANGI - Petugas Penyalur Dana PKH Kabupaten Bengkayang menyambangi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). IST

BENGKAYANG, SP - Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkayang kembali mencairkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ke empat atau tahap akhir tahun 2019. Total penerima sebanyak 6.693 Kepala Keluarga yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada.

Dana PKH bisa dicairkan langsung oleh penerima PKH melalui Bank yang ditunjukkan atau pun menggunakan kartu ATM. Pencari PKH dilakukan empat kali dalam setahun, dengan sistem setiap tahapan jumlah kuota penerima bisa bertambah, atau bahkan bisa menurun tapi tidak signifikan.

Koordinator Penyalur Dana PKH Kabupaten Bengkayang Dedianto mengatakan, warga yang menerima dana PKH terbanyak dari 17 kecamatan ada di Kecamatan Teriak, Monterado, Sungai Raya Kepulauan, dan penerimaan paling sedikit berada di Kecamatan Lembah Bawang. Setiap tahun, penerima dana PKH ada penurunan dan ada yang mengundurkan diri karena dianggap sudah mampu.

"Sekarang ini kita sudah masuk pencairan tahap empat walaupun SP2D nya belum keluar secara resmi, tetapi bantuannya sudah ada yang masuk di rekening keluarga penerima manfaat (KPM) kita dan mereka sudah mengambil sendiri di Bank Mandiri," ujar Dedianto, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/10).

Dedianto mengatakan, setiap penerima PKH pasti ada mengalami penurunan dan penambahan. Karena setiap tahap pasti ada yang graduasi, artinya ada KPM yang sudah mampu akan mengajukan pengunduran diri, sehingga jumlah penerima berkurang.

"Pengunduran diri bagi setiap anggt PKH diproses sesuai aturan prosedur dan kesepakatan. Dan untuk tahap  empat ini ada penurunan nominal itu berdasarkan surat edaran dari kementerian untuk indeks bantuan menurun khusus ditahap empat. Jadi KPM itu, jika dalam satu keluarga terdapat satu anak yang kategori SD maka bantuannya hanya mendapatkan Rp. 175 ribu. Untuk tahap empat menurun," jelasnya.

Sementara, penambahan kuota PKM itu tergantung dari kementerian, dan tahun 2019 ini Bengkayang tidak menerima penambahan.

Selanjutnya, dalam menyalurkan dana PKH khusus daerah terpencil dan tersulit seperti di Kecamatan Suti Semarang dan Kecamatan Siding.

“Tentu penyalurannya tidak sama dengan kecamatan yang akses infrastruktur jalannya mendukung. Sehingga PKM yang berada di wilayah sulit akan dicairkan dua kali dalam setahun.

Kendala lain yang dihadapi adalah bank penyalur, sebab di Bengkayang hanya ada satu bank mandiri dan itu juga ada di pusat Kota Bengkayang sementara di kecamatan tidak ada.

“Sehingga bagi PKM yang jauh tidak bisa untuk setiap pencairan turun ke Bengkayang dengan mempertimbangkan akses transportasi. Dan itu sangat menyulitkan," ucapnya.

Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial P3A Kabupaten Bengkayang, Elaria Maretti Vediyanti meminta agar penerima bantuan PKH diprioritaskan untuk pendidikan anak, dan hal yang urgent. Sehingga program tersebut benar-benar tepat sasaran dan tujuan dari pemerintah mensejahterakan masyarakat.

Progam PKH yang diluncurkan oleh pemerintah pusat melalui pemerintah kabupaten Bengkayang cukup berdampak besar, terutama untuk membantu dan mempermudah PKM mengakses pendidikan, biaya kesehatan dan asupan gizi.

"Dana PKH bagi warga kurang mampu ini diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal, sesuai peruntukannya. Sehingga bisa menjadi jembatan mencapai kesejahteraan masyarakat," ujar Elaria Maretti Vediyanti.

Elaria Maretti Vediyanti menambahkan, selama ini masih banyak warga yang tidak masuk sebagai anggota PKH mengeluh, namun ia memastikan penerima yang masuk kedalam program PKH sudah di atur pemerintah pusat sesuai data dan bukan di atur oleh pemerintah daerah. (nar)