Minggu, 20 Oktober 2019


Blangko KTP-EL di Bengkayang Kosong

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 50
Blangko KTP-EL di Bengkayang Kosong

KTP ELEKTRONIK – Ilustrasi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-EL). Blanko KTP-EL di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bengkayang hingga saat ini masih kosong. IST

BENGKAYANG, SP - Blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-EL) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bengkayang hingga saat ini masih kosong. Kondisi ini mengganggu pelayanan pembuatan KTP-EL dan membuat warga mengeluh.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkayang, Akam mengatakan, stok blangko sudah mulai kosong sejak Mei 2019 lalu. Hal ini membuat pelayanan pembuatan KTP-EL belum bisa dilakukan.

"Atas nama Disdukcapil kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan juga berharap bisa bersabar. Karena ketersediaan blangko di Disdukcapil saat ini memang lagi kosong. Hal ini memang terkait dengan ketersediaan dari pusat, dan sampai saat ini pun belum ada pengadaan dari pusat," ujar Akam, Selasa (7/10).

Akam mengakui, akibat kekosongan blangko tersebut membuat kerja dan pelayanan pada masyarakat terkendala. Namun kata ia, begitu blangko ada akan segera mengakomodir permohonan yang sudah masuk.

"Selama blangko kosong selama ini kita sudah ambil langkah-langkah, yaitu menerbitkan surat pengganti KTP atau Suket. Dan itu memang instruksi dari pusat dan mengarahkan seperti itu, dan itulah solusi yang diberikan dengan memberikan Suket," ujarnya.

Selanjutnya, Suket juga dapat digunakan dimanapun untuk kebutuhan pelayanan public sehingga sehingga masyarakat diharap tidak perlu terlalu khawatir.

"Semua dapat kita atasi, walau memang fisik KTP-EL yang dibutuhkan belum  sesuai dengan harapan masyarakat. Saya hanya minta agar masyarakat bersabar dulu, mudah-mudahan nanti secepatnya blangko sudah ada," ucapnya.

Akam tak menampik, akibat blangko kosong pihaknya mendapatkan banyak keluhan dan beragam tanggapan dari masyarakat, terutama yang sudah melakukan perekaman data diri. Hal itu juga bahkan diposting oknum masyarakat di media sosial seperti Facebook. Namun Disdukcapil berusaha maksimal dengan meminta maaf atas kondisi yang terjadi saat ini.

"Kekosongan blangko juga bukan hanya di Kabupaten Bengkayang, namun secara merata di seluruh daerah. Untuk ketersediaan blangko juga kita belum bisa pastikan ada hingga akhir tahun 2019," tambahnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, Nikolas menyatakan bahwa permasalahan KTP-EL ini menuai banyak keluhan dari masyarakat. Alasan bahwa blanko tidak tersedia, membuat proses cetak KTP-EL menjadi sangat lama. Warga mengeluh bahka hingga berbulan-bulan fisik KTP EL tak kunjung jadi.

"Jika memang hal ini terjadi, kami mohon kepada pemerintah, baik daerah, provinsi maupun pusat, untuk konsen terhadap hal ini. Segera sediakan blanko KTP-EL tersebut. Nantinya jika blanko sudah ada, kami minta kepada dinas terkait untuk memprioritaskan cetak KTP-EL sesuai urutan perekaman. Jangan yang baru seminggu rekam langsung dicetak, sementara yang dua bulan rekam diabaikan," ujarnya.

Lanjut Nikolas, kartu tanda penduduk ialah kartu identitas resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, dimana jika seseorang tidak memiliki KTP bisa menjadi masalah. Walaupun memang Suket bisa dipakai, tapi yang masyarakat inginkan fisik KTP-EL.

"Sekali lagi kita mohon untuk menjadi perhatian," tegasnya. (nar)

 Desak Pemerintah Daerah

Tokoh Masyarakat Kabupaten Bengkayang, Eddy mengatakan, terkait kosongnya blanko KTP-EL saat ini, memang menjadi permasalahan bagi warga masyarakat, apalagi masyarakat yang jauh tempat tinggalnya dari ibu kota Kabupaten. Tentu banyak waktu dan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengurusnya.

"Kami mendesak Pemerintah Daerah untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, karena masyarakat tidak mau ambil pusing dengan persoalan pengadaan blanko KTP-EL, apakah oleh pemerintah pusat atau daerah, yang penting bagi masyarakat adalah pelayanan publik jangan sampai membuat mereka kecewa," ujarnya.

Eddy berharap, persoalan kekosongan blangko segera diatasi oleh pemerintah sehingga pelayanan pada masyarakat dapat dilakukan. (nar)