Minggu, 17 November 2019


Warga Rayakan HUT Kelenteng Sam Po Kung

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 167
Warga Rayakan HUT Kelenteng Sam Po Kung

HUT KELENTENG - Masyarakat Thionghoa yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Sungai Raya dan Sekitarnya (Himases) merayakan Ulang Tahun Kelenteng Sam Po Kung, Rabu (6/11).

Masyarakat Thionghoa yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Sungai Raya dan Sekitarnya (Himases) merayakan Ulang Tahun Kelenteng Sam Po Kung, Rabu (6/11). Peringatan ulang tahun kelenteng ini adalah yang pertama kalinya diadakan sejak didirikan ratusan tahun lalu. 

Ribuan masyarakat Thionghoa antusias mengikuti acara ini. Tak hanya dari sekitar Sungai Raya, namun ada juga warga Thionghoa yang dating dari luar Kalbar. 

Hadir pula anggota DPRD Provinsi Kalbar Dapil Singkawang-Bengkayang, Ketua DAD Kabupaten Bengkayang, Martinus Kajot, Ketua dan anggota Fokomas (Forum Komunikasi Masyarakat Sungai Duri),  Andi Max, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda. 

Ketua Panitia Toni Pangeran menjelaskan, penyelenggaraan ulang tahun Kelenteng Sam Po Kung ini merupakan yang pertama kalinya. Secara administrasi, tak ada yang tahu pasti berapa usia Kelenteng Sam Po Kung ini.   

"Namun Kelenteng Sam Po Kung ini sudah berusia berabad-abad. Tidak diketahui pasti sudah berapa usia kelenteng ini," kata Toni Pangeran.

Toni  yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Bengkayang ini juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan para undangan yang hadir.

"Pada acara kali ini kami sungguh berbahagia karena banyak yang hadir, bahkan ada juga warga yang tinggal di Jakarta dan beberapa daerah lain, dan yang paling istimewa kami mengundang warga Sungai Raya lainnya dari umat Muslim, Kristen, Katolik dengan harapan agar tetap terbina dan terjaga rasa toleransi antar umat beragama," tutur Toni. 

Melalui HUT Kelenteng Sam Po Kung ini, Toni berharap bisa terus terjalin kerjasama yang baik antar sesama manusia baik untuk warga Thionghoa, Dayak dan Melayu, serta warga masyarakat suku lainnya yang ada di Kabupaten Bengkayang.

Ada empat kegiatan utama dalam rangkaian acara HUT Kelenteng Sam Po Kung ini, yakni ritual adat Tionghoa (sembahyang), jamuan makan, lelang barang dan pemberian hadiah atau undian berupa kulkas, televisi, sepeda dan hadiah lainnya.  

“Dengan acara ini tentunya menunjukkan pada kita  bagaimana kita hidup  rukun bersama semua agama, etnis kepercayaan dan elemen masyarakat. Mari kita bersama-sama menjunjung tinggi Nilai Pancasila , UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI," tuturnya. 

Ketua Umum Himases Jupiter mengucapkan syukur dan terima kasih atas terselenggaranya acara ini. Meskipun tak diketahui pasti usia kelenteng, namun itu sudah berdiri lama sejak dahulu. 

Jupiter berharap dengan adanya kegiatan ini hubungan antar umat beragama, antar sesama dan suku bangsa di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan tetap terjaga dengan baik, penuh damai dan toleransi. 

"Semoga melalui perayaan ulang tahun ini semua masyarakat Sungai Raya dan sekitarnya dilimpahkan  kesehatan dan sejahtera, serta kebahagiaan melalui doa hari ini.  Acara ini sudah lama tidak diadakan , sejak lahir belum pernah. Ini merupakan perdana. Mohon doanya semua semoga acara ini  dapat dilaksanakan setiap tahunnya," ucapnya. 

Jupiter juga berharap, Kelenteng Sam Po Kung dapat memberikan berkat dan karunia kepada segenap masyarakat Sungai Raya dan sekitarnya.  

"Mudah-mudahan acara ini dapat lebih meningkatkan trilogi kerukunan bangsa, antar umat beragama, masyarakat dan pemerintah. Mohon maaf juga apabila terdapat kesalahan yang sengaja atau tidak," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Raya Kepulauan Darmadi berharap, acara ini dapat menjadi penerang bagi semua masyarakat yang ada di Sungai Raya Kepulauan dan sekitarnya. Ia juga mengatakan, pemerintah Sungai Raya turut dan mendukung acara secara penuh. 

"Melalui ulang tahun Sam Po Kung ini dapat mempererat hubungan antar sesama. Sehingga tercipta hidup yang aman dan tentram," ujarnya. 

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) kabupaten Bengkayang Martinus Kajot, dalam acara ini mengajak segenap masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama, suku, dan ras. Acara ini merupakan wujud dari persatuan masyarakat, sehingga harus tetap dijaga. 

"Sebagai Ketua DAD Kabupaten Bengkayang saya mengucapkan selamat ulang tahun Sam Po Kung. Kiranya melalui momentum yang berbahagia ini semua umat, warga Thionghoa diberkati dan bahagia. Serta momentum ini menjadikan kita untuk terus menjaga hubungan antar sesama manusia yang baik, sehingga hidup tentram dan damai," tutur Kajot. (nar)