Jumat, 13 Desember 2019


BPNT Lewat E-Warung Mulai Diterapkan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 49
BPNT Lewat E-Warung Mulai Diterapkan

AMBIL BPNT - Masyarakat di Bengkayang yang akan mengambil BPNT di E- Warung.

BENGKAYANG,SP- Sebanyak 8.987 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bengkayang terdaftar sebagai penerima bantuan pangan non tunai atau (BPNT) mulai menerima bantuan yang disalurkan melalui e-warung pada November 2019.  

Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Dinas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkayang, Jeri Leman mengatakan, BPNT atau yang sebelumnya dikenal dengan Rastra (Beras Sejahtera) diterima per kepala keluarga Rp110 ribu setiap bulannya dengan ketentuan maksimal dua jenis bahan pangan yakni telur dan beras.

"Saat ini penyaluran bantuan non tunai sudah menerapkan e-warung diberlakukan pertama kali pada November 2019 ini. Sistemnya, e-warung direkomendasikan oleh desa atau kelurahan terdekat, kemudian disurvey bank untuk ditetapkan sebagai penyalur yang sah," jelas Leman. 

Untuk tahun ini, dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang, kecamatan yang paling banyak menerima BPNT adalah Kecamatan Teriak yakni sebanyak 1.029 KPM dan Kecamatan Monterado sebanyak 984 KPM.

Leman menambahkan, dana BPNT hanya khusus digunakan untuk dua jenis pangan yang sudah ditentukan. 

"Sebab jika di luar keperluan lain, apalagi untuk membeli rokok, maka hak penerima KPM akan dicabut," tegasnya. (nar)

Ingin Bisa Dimana Saja 

Di sisi lain, penerapan e-warung ini mendapatkan keluhan dari sejumlah keluarga penerima manfaat dari Kabupaten Landak. Mereka menilai penyaluran bantuan pangan non tunai seharusnya lebih mempermudah mereka, dan bukan malah sebaliknya.

Keluhan tersebut disampaikan 20 keluarga penerima BPNT dari Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak saat mendatangi e-warung di Kecamatan Bengkayang. Mereka menilai Kecamatan Bengkayang lebih dekat dibandingkan jika mereka harus ke Kebupaten Landak untuk mengambil bantuan. 

"Kita berharap bisa mengambil langsung bantuan pangan non tunai di salah satu warung yang ditunjuk, namun pas tiba di toko malah tidak bisa. Padahal ini menggunakan sistem e-warung untuk bertransaksi, harusnya dimana saja bisa dilakukan," ujar Anga, warga Menyuke, Kabupaten Landak. 

Dia juga mengaku kecewa harus keluar biaya besar untuk mengambil BNPT, tetapi pulang dengan tangan kosong. Sementara aturan penyaluran BNPT melewati e-warung mengalami perubahan secara tiba-tiba. (nar)