Senin, 17 Februari 2020


160 Tim Diturunkan Sukseskan Sensus Penduduk

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 104
160 Tim Diturunkan Sukseskan Sensus Penduduk

Foto Bersama - Asisten I Setda Pemkab Bengkayang, Yohanes Atet bersama jajaran Pemkab Bengkayang dan Badan Pusat Statistik (BPS) foto bersama usai rapat koordinasi terkait pelaksanaan sensus penduduk tahun 2020 di Aula Lantai V, Kantor Bupati, Selasa (11/

BENGKAYANG, SP - Badan Pusat Statistik (BPS) Bengkayang menurunkan 160 tim pencacah sensus penduduk tahun 2020 sistem offline atau door to door. Sistem sensus penduduk 2020 menggunakan dua metode, yaitu online dan offline.

Asisten I Setda Pemkab Bengkayang, Yohanes Atet mengatakan sensus penduduk tahun 2020 menggunakan dua sistem pencacahan, yakni offline dan online. Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bengkayang diminta untuk berpartisipasi aktif menyukseskan pelaksanaan sensus.

“Partisipasi ASN salah satu indikator suksesnya pelaksanaan sensus penduduk tahun 2020,” kata Yones Atet saat rapat koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di Aula Lantai V, Kantor Bupati, Selasa (11/2).

Yohanes Atet meminta ASN mendaftarkan diri mereka secara online pada pelaksanaan sensus penduduk. Masyarakat juga diminta mendaftarkan diri melalui online maupun offline agar sensus berjalan sukses.  "Jangan sampai ada yang terlewatkan," ujar Yohanes Atet mengingatkan.

Sementara itu, Kepala BPS Bengkayang, Amad Badar menyebutkan, selain pendataan online dan offline, pihaknya akan menurunkan 160 tim pencacah, Mereka nanti disebar di seluruh kecamatan di Bengkayang.

Menurut Amad Badar, sensus offline dilakukan melalui wawancara secara rumah ke rumah atau door to door demi keakuratan data. Ia berharap setelah dilakukan sosialisasi, semua ASN di Pemkab Bengkayang mengerti tentang pendataan sensus dan mau memberikan data mereka untuk menyukseskan sensus penduduk 2020.

"Kita juga mengundang camat dengan harapan nanti bisa menyampaikan ke para kades tentang sensus penduduk, kemudian kades menyampaikan ke para RT, dn dilanjutkan disampaikan ke warga. Sehingga informasi tidak terputus dan disampaikan hingga ke bawah," ujarnya. 

Anggota DPRD Bengkayang, Martinus Khiu berharap sensus penduduk berjalan sesuai harapan mengingat pola pendataan online dan offline tidak bisa dilakukan di beberapa wilayah di Bengkayang.

"Metode online dan offline tentu tidak bisa diterapkan dan berlaku rata di setiap daerah, mengingat masih terbatasnya sarana dan prasarana pendukung," ujar Martinus Khiu. 

Martinus menilai data merupakan salah satu faktor yang dapat dijadikan bahan pertimbangan, khususnya pemerintah dalam mengambil kebijakan bekenaan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Akurasi data dalam sensus menurut Martinus sangat bergantung petugas yang menjalankannya. Ia berharap, sensus kali ini akan menghasilkan data yang baik dan akurat. 

"Akurasi juga data tergantung masyarakat dalam memberikan informasi dan data sesuai dengan kebutuhan," tuturnya. (nar/jee)