Edi: IPAL Syarat Wajib Pelaku Usaha

Bisnis

Editor sutan Dibaca : 751

Edi: IPAL Syarat Wajib Pelaku Usaha
GRAFIS (SUARA PEMRED/ MEGA)
PONTIANAK, SP- Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) merupakan syarat wajib bagi pelaku usaha yang operasionalnya menghasilkan limbah. Keluarnya Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran Air menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota. Sayangnya, tidak semua pelaku usaha memiliki keseriusan sama.  

"Perihal kewajiban penyediaan IPAL sudah tercantum dalam undang-undang dan dipertegas dengan peraturan daerah. Pengurusannya masuk dalam UKL-UPL," ujar Edi Rusdi Kamtono, Wakil Wali Kota Pontianak.  

Edi mengemukakan, sebagaimana visi Kota Pontianak yang berwawasan lingkungan, sudah seharusnya hal ini dipatuhi pelaku usaha. Benar memang pengadaannya membutuhkan biaya, namun itu merupakan konsekuensi yang mesti ditanggung pengusaha.

“Cuma kadang pengusaha ini kemampuannya berbeda-beda, alasannya seperti itu. Sehingga mereka berupaya untuk melanggar. Atau ada juga yang punya IPAL, tapi tidak dipelihara. Itu perlu diberikan peringatan,” terangnya.  

Edi menegaskan Pengawas Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang harus aktif, masyarakat harus melaporkan juga, jika misalnya menemukan restoran atau bengkel yang membuang limbah di saluran air hingga menimbulkan bau tidak sedap.  

Menurutnya jika ada pelaku usaha yang tidak mengindahkannya, untuk sekali-dua toleransi dengan surat peringatan akan diberikan. Namun jika diberi kesempatan namun masih juga melanggar. Sanksi penutupan tidak segan untuk diberikan. Sejauh ini, sudah ada beberapa tempat usaha yang menerimanya.

“Itu sudah kewajiban mereka, karena tidak boleh ada yang tercemar, berapa pun cost yang harus dikeluarkan. Sebagai pengusaha yang baik, bukan hanya memikirkan diri sendiri meraih untung sebesar-besarnya, tapi bagaimana dia harus bisa memberikan nilai positif bagi masyarakat,” tutupnya. (bls/and)