Petani Bergairah, Harga Karet di Kabupaten Landak Naik

Bisnis

Editor sutan Dibaca : 554

Petani Bergairah, Harga Karet di Kabupaten Landak Naik
Ilustrasi
NGABANG, SP- Ketua Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo), Supendi mengatakan, dulunya harga karet memang selalu merosot dan tidak menggembirakan para petani. Namun jelang Natal 2016 lalu, harga jual karet menembus angka Rp 8 ribu per kilogramnya.  

“Para petani karet merasa bahagia karena harga karet naik. Mereka pun akhirnya dapat menyambut natal dengan bahagia,” katanya.
 

Dia memaparkan sebelumnya harga  karet di Landak Rp 4 ribu sampai Rp 6 ribu per kilogram. Komoditi karet pun akhirnya menjadi lesu dan bahkan sudah ada petani yang hendak memusnahkan kebun. Untungnya sikap petani itu berhasil dicegah.
 
“Saya bilang, kita sabar saja. Kita jangan menjadi petani monoton. Kalau harga sawit atau karet turun, kita bisa tanam komoditi lain seperti sahang,” ujar Supendi.  

Selain menanam sahang, lanjut Supendi, petani karet yang frustrasi diarahkan juga menjadi petani padi. “Kan sekarang kita ada program cetak sawah,” ucapnya.
 

Dia berharap tren positif harga  tersebut terus bertahan, bahkan kalau bisa lebih meningkat lagi. Maka dari itu, pemerintah diminta untuk terus memperhatikan kesejahteraan petani karet.  

"Memang sudah berusaha untuk mensejahterakan para petani karet melalui kenaikan harga. Kita selalu berkoordinasi dengan Disbunhut Landak. Apalagi harga karet ini mengikuti pasar dunia," ungkapnya.  

Sementara itu, satu di antara petani karet Landak, Mohram, mengaku gembira harga karet mengalami kenaikan. Sebelumnya, ia tidak terlalu bersemangat untuk menoreh getah dikarenakan harga yang terus anjlok.  

"Sayapun menjadi bingung dengan harga karet. Tapi saya tetap menoreh getah walaupun harganya turun. Syukur-syukur harga karet yang turun ini bisa menutupi kebutuhan hidup sehari-hari," ujar Mohram.  (dvi/ang)

Baca Juga:
Dinas: Harga Komoditas Masih Fluktuatif
Warga di Melawi Terkejut, Harga Cabai Melambung