Warga di Melawi Terkejut, Harga Cabai Melambung

Bisnis

Editor sutan Dibaca : 621

Warga di Melawi Terkejut, Harga Cabai Melambung
SUASANA - Aktivitas di Pasar Laja Kota Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. (SP/ Eko)
NANGA PINOH, SP – Awal tahun 2017 harga cabai di pasaran Nanga Pinoh melambung tinggi. Saat ini, di toko sembako dan lapak pedagang, satu kilogram cabai mencapai Rp 200 ribu. Sementara,  cabai hijau dijual Rp 150 ribu perkilogram.  

Joni, satu di antara pedagang sayur di Pasar Laja Nanga Pinoh mengungkapkan, kenaikan harga cabai  terjadi sejak beberapa pekan lalu.
 

“Bahkan cabai habis di distributor. Jadi hanya ada harganya saja, sementara barangnya kosong,” katanya kepada Suara Pemred.
 

Joni mengaku  menjual cabai dengan harga Rp15 ribu-20 ribu per Ons. Sementara untuk harga per kilogram sekitar Rp 150 ribu untuk jenis Cabai Rawit.
 

Para pedagang, terang Joni mau tak mau menjual cabai dengan harga tinggi karena memang harga sudah terlanjur tinggi dari pihak distributor.  

“Banyak juga pembeli yang terkejut dengar harga sebegitu tingginya sampai batal berbelanja. Namun kita mau tak mau jual dengan harga segini, karena sudah tinggi dari distributornya,” paparnya.  

Cabai termasuk komoditas yang didatangkan dari luar Melawi. Tingginya harga cabai, menurut Joni kemungkinan disebabkan karena belum adanya panen di daerah-daerah yang selama ini menjadi penghasil cabai.
 

Seorang ibu rumah tangga di Nanga Pinoh mengaku bingung dengan kenaikan harga cabai yang begitu menguras kantong.


“Bingung mau dibeli apa tidak karena harganya sangat tinggi. Terpaksa kita beli sedikit dan mengurangi menggunakan cabai di rumah,” katanya.  

Jumiati hanya berharap harga cabai bisa kembali normal di bawah Rp 50 ribu per kilonya. Menurutnya harga cabai yang sangat mahal, tentu menambah beban pengeluaran. (eko/mul)

Baca Juga:
Ini Alasan Pemerintah Menindak Tegas Pengguna Medsos 
Ini “Curhat” Kapolres di DPRD Sekadau
Dewan Pers Terbitkan Barcode Bagi Media Cetak dan Online