Pemkab Landak Tunggu Surat Penetapan HET Gula

Bisnis

Editor sutan Dibaca : 9517

Pemkab Landak Tunggu Surat Penetapan HET Gula
Ilustrasi
NGABANG, SP – Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten  Landak, Marius Baneng mengaku belum menerima surat penetapan dari pemerintah pusat mengenai  Harga Eceran Tertinggi (HET) gula kristal putih atau gula konsumsi  sebesar Rp12.500 per kilogramnya.

"Belum lah, dari Kementerian baru pernyataan. Belum ada surat dari provinsi untuk kabupaten/kota. Mungkin juga provinsi belum menerima surat edaran penetapan HET gula tersebut," ujar Baneng.  

Dia mengkhawatirkan kemampuan pemerintah pusat melakukan antisipasi dengan adanya penetapan HET gula tersebut. Pasalnya, pemerintah pusat harus menyesuaikan lagi dengan penetapan HET gula di daerah.
 

“Penetapan HET ini harus menghitung biaya transportasi dan biaya jarak tempuh. Apalagi HET yang sudah ditentukan itu patokan untuk pusat," katanya.  

Baneng menegaskan, penetapan HET tiap daerah memang tidak sama. Misalnya, HET di Landak berbeda dengan HET di Sanggau.  

"Tidak mungkin HET di daerah itu sama. Tapi kita masih menunggu surat penetapan HET gula dari Kementerian yang dikirim ke provinsi dan dilanjutkan ke kabupaten/kota," ucapnya.  

Disinggung maraknya peredaran gula Malaysia di Pasar Landak, ia mengatakan hal tersebut sudah menjadi risiko daerah yang berdekatan dengan perbatasan.  

Dia menuturkan, harus melihat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah berjalan. Jangan heran dengan diberlakukannya MEA tersebut, produsen gula di Indonesia akan bersaing dengan produsen gula di Malaysia.  

“Inikan pasar bebas ASEAN. Wajar saja gula Malaysia masuk ke Landak, asalkan melalui prosedur yang jelas," tutupnya. (dvi/ang)


Baca Juga:
Aloysius: Jangan Ada Penyimpangan Dana Desa
Melawi Dapat Jatah Program Cetak Sawah 300 Hektar
Imigrasi Pontianak Deportasi 4 Warga China, Seorang Dipenjara 2 Bulan