Langganan SP 2

Lada Sambas Diminati Perusahaan Jerman

Bisnis

Editor sutan Dibaca : 1778

Lada Sambas Diminati Perusahaan Jerman
Ilustrasi
SAMBAS, SP - Selain Jeruk, Kabupaten Sambas ternyata memiliki komoditas perkebunan andalan.  Lada Sambas yang diklaim memiliki kualitas sangat baik telah dilirik perusahaan asal Jerman, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ). 

Perusahaan tersebut bekerjasama dengan Badan Perencanaan Nasional (Bapennas) RI berupa program pendampingan kepada petani lada Desa Kuala Pangkalan Keramat, Kecamatan Teluk Keramat guna peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Program ini didukung melalui praktik pertanian dan pengelolaan lingkungan yang baik pada kegiatan budi daya, panen, setelah panen, dan keterampilan pemasaran produk bagi para petani lada," kata Ayi Sucipto,  Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas.

Menurutnya dengan adanya pendampingan GIZ, diharapkan dapat memberikan dampak besar terhadap target peningkatan produksi lada dari beberapa dusun di desa tersebut.

"Dan  menjadi sentra unggulan lada serta mampu mendongkrak peningkatan produksi lada yang berkualitas," tutur Ayi.

Sementara,  petugas Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah Bogor, Dyah Manohara mengatakan akan selalu mengarahkan dan membina warga supaya bisa mengembangkan tanaman lada sebagai salah satu komoditas unggulan di Sambas.

"Tanaman lada ini merupakan komoditas unggulan, khususnya di Kabupaten Sambas. Karenanya, potensi ini harus terus kita kembangkan. Satu diantara upayanya adalah dengan program pendampingan," kata Dyah.

Kepala Desa Kuala Pangkalan Keramat, Asmu'ie berharap program pendampingan tersebut akan membuat para petani termotivasi mengembangkan komoditas yang menjadi unggulan daerah ini.

"Harapan kami ini dapat memacu semangat para petani untuk mengembangkan komoditas lada  dan menjadi unggulan daerah. Hal ini mengingat harga komoditas perkebunan, khususnya lada, sedang meningkat dan cenderung stabil," tutur Asmu’ie.

Melalui pendampingan tersebut, Asmu’ie yakin bahwa SDM di daerahnya akan semakin terampil dan terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). (noi/bah)

Baca Juga:
Syafrudin Tewas Tersetrum di Kolam Ikan
Ini Penyebab Gaji ASN di Melawi Belum Dibayar
Sempat Kabur, 3 ABG Penikam Usman Ditangkap