Kadin Kalbar Lirik Perbatasan Jadi Pintu Perdagangan

Bisnis

Editor sutan Dibaca : 533

Kadin Kalbar Lirik Perbatasan Jadi Pintu Perdagangan
Ilustrasi
PONTIANAK, SP- Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kalbar akan membuka pintu ekspor- impor di daerah kawasan perbatasan. Langkah itu diambil guna menekan biaya logistik, yang selama ini dikeluhkan para pengusaha melakukan ekspor- impor dari Kalbar ke luar negeri. 

"Misalnya saja kita ingin ekpor barang ke Jepang, tapi kita harus ke Jakarta dulu, artinya kita harus mutar, kemudian untuk CPO juga sama. Kita harus melalui Pelabuhan Belawan. Akhirnya biaya dikeluarkan jadi bertambah, " kata Santyoso Tio, Ketua Umum Kadin Kalbar, saat pidato perdananya di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Selasa (21/2)..

Ia menyebutkan, selain pengusaha, mereka yang merasakan dampak dari biaya logistik yang besar adalah petani. Berangkat dari masalah tadi, Kadin terus berupaya mencari pintu keluar, dengan memanfaatkan daerah perbatasan, seperti di Jagoi Babang, Aruk, Badau, dan Entikong. 

“Kantor kita sudah ada, kantor karantina juga sudah dibangun. Tapi apa yang kurang, regulasinya yang menjadi menjadi masalah,”sebutnya. 

Ketua Bidang Organisasi Kadin Pusat, Nur Ahmad Afandi mendapat informasi, bahwa aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan sangat besar. “Untuk itu infrastruktur sebagai penunjang ekonomi rakyat sangat penting," kata Nur Ahmad.

Menurutnya, Kadin harus memberikan kontribusi terlebih dahulu dalam hal pemikiran. "Barulah meminta dukungan fasilitas dari pemerintah,” katanya. 

Kadin Kalbar bahkan sudah memiliki gagasan. Misalnya menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia, seperti membuat identifikasi jenis usaha potensial bagi ekonomi rakyat. Ada juga identifikasi problematika dan potensi. “Ini program baik. Harus dilanjutkan," kata Nur Ahmad. 

Anggota DPRD Kalbar dan juga pengurus Kadin Kalbar, Subhan Nur  berharap Santyoso Tio dapat memperjuangkan aspirasi para pengusaha di daerah perbatasan. 

“Selama ini kami sebagai pengusaha merasa berat dengan perjanjian Sosek Melindo. Sudah puluhan tahun belum ada perubahan. Misalnya menciptakan zona ekonomi khusus,” ujarnya. (ova/loh)

Baca Juga:
Masih Bergerak Mixed, IHSG Menantikan Hasil Rapat The Fed
Iskandar: Daerah Ambalau dan Serawai Kaya Tambang
DPRD Dorong Pemprov Kalbar Turun Tangan Atasi Tuntutan DOB