Senin, 17 Februari 2020


Bibit Pohon Jadi Suvenir Pesta Pernikahan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 47
Bibit Pohon Jadi Suvenir Pesta Pernikahan

UNDANGAN - Undangan pasangan pengantin Trisepto Nurwanda dan Maria Krisna Evania.

Pasangan pengantin di Kota Pontianak yang akan melangsungkan resepsi pernikahan pada 15 Februari mendatang di Rumah Radakng, menyiapkan suvenir bibit pohon untuk diberikan kepada tamu yang hadir di acara mereka.

"Kami mengharapkan bibit yang diberikan kepada para tamu undangan itu ditanam dan dirawat," kata Trisepteo Nurwanda, calon pengantin pria, di Pontianak, Kamis (13/2).

Trisepteo Nurwanda dan Maria Krisna Evania akan mengadakan resepsi pernikahan pada 15 Februari 2020 di Rumah Radakng, Jalan Sutan Abdurrachman, Kota Pontianak.

Mereka memilih suvenir berupa bibit pohon. Ada berbagai macam bibit pohon yang disediakan, antara lain jati kebon, sengon, trembesi, mahoni, kaliandra, petai, jengkol, matoa, dan durian.

Bibit-bibit tersebut disediakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai-Hutan Lindung Kapuas yang kantornya di Jalan Ahmad Yani Nomor 121, Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.

BPDAS-HL Kapuas memiliki dua lokasi persemaian permanen, yaitu di Jalan Kebangkitan Sungai Selamat di wilayah Kota Pontianak dan di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.

Trisepteo putra dari M.Y. Juanda (almarhum) dan Katharina Norbah mengharapkan bibit yang diberikan kepada para tamu undangan itu ditanam dan dirawat.

"Jika hanya satu pohon mungkin ya hanya menjadi suvenir atau kenangan bahwa ketika saya menikah dapat bibit pohon," katanya.

Namun. dia berharap, setiap orang yang datang ke pernikahannya memperoleh terinspirasi untuk menanam pohon dengan bibit dari BPDAS HL Kapuas.  Pohon-pohon itu dapat bermanfaat untuk perbaikan lingkungan, penghijauan sekitar rumah, maupun untuk menambah manfaat ekonomis.

"Agar mendapatkan bibit gratis seperti kami, silakan mengajukan permohonan bibit sendiri dengan jumlah dan jenis bibit sesuai yang diinginkan ke BPDAS-HL Kapuas," kata dia.

Calon pengantin perempuan, Maria Krisna Evania, mengharapkan ide tersebut dapat menular kepada calon pengantin lainnya.

"'He who plants a tree, plants a hope' (dia yang menanam pohon, menanam harapan, red.)," kata Maria, putri Kristianus Atok dan Magdalena itu.

Maria sehari-hari bekerja sebagai Pranata Laboratorium Kesehatan di UPT Labkes Provinsi Kalbar.

Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala BPDAS HL Kapuas Evi Budiaryanti, Ketua Forum Daerah Aliran Sungai Kalbar yang juga Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Prof Dr Gusti Hardiyansyah, Kepala Seksi Evaluasi Daerah Aliran Sungai BPDAS-HL Kapuas Irwan Sihotang, Eric Gultom dari BPDAS-HL Kapuas, Isrok dari persemaian, Chatarina Pancer Istiyani dari Tim 12 Stella Maris yang telah membantu dan menyalurkan bibit gratis tersebut. (ant)