Langganan SP 2

Harga Telur Ayam di Pontianak, Kalbar Merangkak Naik

Finance

Editor sutan Dibaca : 1464

Harga Telur Ayam di Pontianak, Kalbar Merangkak Naik
TELUR AYAM (liputan6.com)
PONTIANAK,  SP – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 8 Februari mendatang, harga pangan bergerak  naik kembali.Yang paling mencolok adalah harga telur ayam.  Begitu juga dengan daging ayam masih pada posisi tertinggi.     
Harga telur ayam,  sebelumnya  Rp  1.400 – 1.700 per butir, sejak beberapa hari lalu naik  menjadi Rp 1.800 – Rp 1.900 per butir.
Para pedagang di Kota Pontianak memprediksi harga telur akan naik lagi, terlebih mendekati  Imlek.
     “ Kita perkirakan harga telur ayam bisa Rp 2.000 per butir. Begitu juga dengan daging ayam pasti akan naik lagi, karena kebutuhan Imlek,” kata Aleng pedagang sembako di pasar Dahlia Pontianak.
Menurut Aleng, harga telur memang bervariasi tergantung besar kecilnya. Dari agen harganya di kisaran Rp 1.400 – Rp 1.500, penjual eceran menjual kembali dengan harga Rp 1.600 – Rp 1.700, sementara untuk ukuran besar harganya Rp 1.800 – Rp 1.900 per butir. “Ini memang harga jual paling tinggi dari biasanya,” kata Aleng.

Pada tahun sebelumnya, kata Aleng, meskipun perayaan Imlek, harga barang tetap stabil, terutama untuk telur dan daging ayam. Kecuali pada perayaan hari besar Islam, yakni Idul Adha semua harga sembako naik. “Biasanya pada hari Imlek, harga barang tidak naik. Tapi tahun ini, semua naik. Kita pedagang ikut menaikkan harga, karena dari agennya juga naik,” jelas Aleng lagi.

Harga daging ayam,  sejak akhir 2015 lalu, belum ada penurunan.  Bahkan ada kecenderungan naik lagi. Beberapa hari lalu, harga daging ayam utuh sekitar Rp 30.000 – Rp 37.000 per kilo.
Sementara untuk daging ayam potongan seperti paha dan dada, harganya mencapai Rp 45.000 per kilo, sedangkan khusus daging ayam sayap harganya Rp 34.000 per kilo.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan, daging ayam masih naik 5,5 persen? dibanding sebulan kemarin dan dibandingkan seminggu kemarin masih naik 1,7 persen.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Srie Agustina mengatakan, kenaikan harga ayam belakangan ini, disebabkan seretnya pasokan jagung, yang merupakan bahan baku untuk pakan ternak ayam. Kenaikan harga jagung berefek pada harga daging dan telur ayam.?
 
Pihaknya yakin, harga daging ayam bisa segera normal dalam waktu dekat. Apalagi harga bahan pangan pokok lainnya juga sedang dalam tren penurunan.? 
"Sebagian besar kelompok bahan makanan akan menyumbang deflasi. Minyak goreng, tepung terigu, cabe merah keriting sudah turun. Hanya bawang putih dan cabe rawit merah yang masih naik," katanya. (yul/sut)