Bank Mandiri Area Pontianak Salurkan KUR 2016

Finance

Editor sutan Dibaca : 1074

Bank Mandiri Area Pontianak Salurkan KUR 2016
Kegiatan penyerahan dan sosialisasi Program KUR 2016 PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area Pontianak dihalaman parkir Pasar Flamboyan, Pontianak Selatan, Rabu (11/5). (SUARA PEMRED/ YODI)
PONTIANAK, SP - Penyerahan dan Sosialisasi Program KUR 2016 PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area Pontianak digelar halaman parkir Pasar Tradisional Flamboyan, Jalan Gajah Mada, Pontianak Selatan, Rabu (11/5). 

 PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) terus gencar menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat bagi nasabah mikro dan ritel di Kalimantan Barat, sehingga terhitung pada April 2016 KUR Kalbar mencapai Rp154 miliar.   "Jumlah tersebut meningkat 30% dari  sejak penyaluran Desember 2015 lalu yang mencapai Rp54 miliar," kata  Atra Head Bank Mandiri Kalbar, Ahadi Subri. 

Ahadi Subri mengatakan penyaluran Rp154 miliar dengan permintaan terbanyak dari sektor perdagangan yang mencapai sebesar 40%, pertanian sebesar 30%. 
  "Sisanya pada sektor perikanan, jasa dan transportasi, dengan permintaan yang cukup tinggi pula bagi pelaku usaha mikro kita selalu gencar melakukan pelayan untuk menyalurkan KUR," ujar Ahadi.  

Ahadi optimis dengan bunga yang rendah sebesar 9 persen/ tahun atau 0,40 Perbulan penyaluran KUR yang diberikan bagi pelaku usaha di Kalbar dapat tersalurkan dengan baik. Terlebih dengan limit kredit maksimal Rp25 juta jangka waktu maksimal 2 tahun.
"Bank mandiri area Pontianak akan melayani kebutuhan permodalan KUR bagi pelaku usaha UKM di 16 kantor cabang reguler dan 59 kantor cabang mikro dan unit mikro yang tersebar di Kalbar yang ditunjang dengan tenaga marketing sebanyak 159 orang," papar Ahadi 
 

Dalam hal ini untuk KUR kepada pelaku usaha UKM dengan produk ritel. KUR mikro merupakan produk kredit untuk kebutuhan kerja dan investasi dengan limit kredit di atas Rp25 juta hingga Rp200 juta dikenakan suku bunga 9% per tahun dengan jangka waktu kredit maksimal 3 tahun.   “Bahkan kita juga memberikan pembinaan terhadap pelaku usaha supaya yang menerima KUR dari Mandiri," tandas Ahadi.

Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono,  mengatakan KUR merupakan salah satu usaha Pemerintah untuk memperbanyak pengusaha UMKM dengan memberikan modal dengan jaminan yang ringan. 
  "Kita di Kota Pontianak sangat berharap UMKM semakin lebuh banyak dan bertambah, sehingga semakin banyak pula masyarakat yang mau berusaha, terlebih Bank Mandiri dengan persyaratan mudah dan suku bunga 9% terkecil diantara bunga Bank lainnya," ujar Edi Kamtono   

Edi mengatakan, target yang ingin di capai untuk pelaku UMKM di kota Pontianak berkisar 5000 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sampai saat ini sudah mencapai hampir 3000.    "Maka dari itu terkait Perijinan kita memberikan kemudahan dengan satu hari bisa selesai, misalnya mereka yang sudah mempunyai lapak SPTU sebagai persyaratan untuk mendapatkan KUR," tukas Edi   

Anggota DPR RI Komisi XI, Michael Jeno, mengungkapkan, sampai saat ini esensi untuk KUR sejumlah Rp100 triliun yang diharapkan di masa mendatang porsi anggaran untuk KUR bisa dipertahankan.   "Bahkan bisa kita tingkatkan sehingga esensinya untuk melindungi ekonomi domestik ada 250 jua pasar kita dilindungi oleh negara melalui menggerakkan usaha kecil ini melalui akses terhadap permodalan," ungkap Michael.  

 Belajar dari kunjungan kerja yang dilakukan Jeno sewaktu di jawa tengah, dirinya mengapresiasi dengan Gubernur Jateng yang bekerja sama dengan Bank Jateng dengan memberikan suku bunga 7%, 2 persen lebih rendah dari KUR yang sudah ditetapkan.   "Nah dari sinilah kita bisa melihat bahkan hal tersebutlah menjadi contoh agar kita Kalbar juga bisa melakukan hal yang sama," ungkap Michael. (ova/aju/sut)