Harga Timun di Mempawah Naik Mencapai 95 Persen

Finance

Editor sutan Dibaca : 529

Harga Timun di Mempawah Naik Mencapai 95 Persen
Suasana Pasar Percontohan Tradisional Sebukit Rama di Kabupaten Mempawah, Jumat (26/8). (SUARA PEMRED/ RUBEN)
MEMPAWAH, SP - Harga komoditi pangan di Pasar Percontohan Tradisional Sebukit Rama di Kabupaten Mempawah, banyak mengalami lonjakan. Bahkan timun naik mencapai 95 persen lebih.

Arif (30), satu di antara pedagang di pasar itu mengatakan bahwa harga komoditi pangan di Mempawah mengalami lonjakan menjelang Idhul Adha.

Untuk timun, kata Arif, biasanya dijual sekitar Rp8 ribu. kini harganya mencapai Rp15 ribu. Sementara untuk cabai yang sebelumnya Rp50 ribu, saat ini mencapai Rp70 ribuan. "Lonjakan harga beberapa komoditi pangan di pasar tentunya sangat membuat para masyarakat mengeluh," jelas Arif.

Arif mengatakan, beberapa komoditi pangan juga ada yang mengalami penurunan seperti kol, wortel dan kentang karena masuk melalui Malaysia. Jika dari Jawa, harganya masih mahal.

"Jadi untuk kol dari Rp14 ribu menjadi Rp12 ribu, sementara kentang dari Rp24 ribu menjadi Rp16 ribu," jelas Arif.

Berdasarkan informasi yang dia dengar dari distributor di Pontianak, kenaikan komoditi pangan disebabkan musim kemarau, di mana hasil panen timun mengalami penurunan. "Karena biasanya sekali panen bisa 2-3 ton, namun saat musim kemarau mengalami penurunan produksi hasil panen," terang Arif.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Disperindakop Kabupaten Mempawah, Torbiyansyah mengatakan, kenaikan komoditas pangan di Mempawah karena musim kemarau dan banyaknya permintaan.

"Karena banyak permintaan serta musim kemarau timun dan cabai naik," ujar Torbiyansyah.

Torbiyansyah mengimbau kepada masyarakat untuk membeli barang sesuai kebutuhan dan tidak menimbun barang. "Sebab semakin banyak permintaan, diiringi dengan sediktnya barang, maka harga barang jadi tinggi," kata Torbiyansyah.

Sekretaris Lembaga Konsultasi Pengkajian dan Bantuan Hukum Kabupaten Mempawah, Mohlis Saka mengatakan, seharusnnya ada kebijakan dari instansi terkait untuk menggencarkan aktivitas pertanian di Mempawah.

"Sangat penting menggencarkan menanam komoditas pangan agar tak selalu mengharapkan komoditas dari luar," jelas Mohlis.

Saat ini komoditas pangan banyak didatangkan dari Pontianak ataupun sekitarnya. "Nah jika komoditas tersebut dari Kabupaten Mempawah, tentunya hargannya akan lebih murah,” pungkas Mohlis. (ben/bah/sut)