Nilai Ekspor Kalbar Naik 124,73 Persen

Finance

Editor sutan Dibaca : 589

Nilai Ekspor Kalbar Naik 124,73 Persen
LOGO BPS (ist)
PONTIANAK,SP-  Nilai ekspor Kalbar pada Agustus 2016 mengalami peningkatan sebesar 124,73 persen dibanding Juli 2016 yakni sebesar US$ 29,19 juta,  naik menjadi US$ 65,60.

"Komoditi unggulan Kalbar, yaitu karet dan barang dari karet (HS40), bahan kimia organik (HS28), dan kayu barang dari kayu (HS44), masing masing bernilai 37,68 persen, 26,05 persen, dan 18,80 persen," kata Pitono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (3/10).
 

Pitono menyebutkan tiga negara tujuan ekspor dari Kalbar pada Agustus 2016, negara tersebut yakni Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan.   “ Dari masing-masing negara tersebut diperoleh US$20,55 juta, US$ 15,57 juta dan US$9,52 juta dengan kontribusinya sebesar 69,57 persen, “ ucapnya  

Menurutnya, untuk ekspor Kalbar sendiri terhitung pada Agustus 2016 masih didominasi negara Asia, dengan kontribusi sebesar 88,49 persen, sedangkan kontribusi nilai ekspor ke negara tujuan utama lainnya (Argentina, Latvia dan Finlandia) sebesar 4,41 persen serta 7,09 persen ke negara lainnya.  

Pitono memaparkan bahwa  perkembangan impor bulan Agustus 2016, terjadi peningkatan sebesar 60,06 persen dibanding Juli 2016.
  “ Yaitu US$17,43 juta naik menjadi US$27,90 juta, “ lanjutnya  

Selain itu, lanjut Pitono bahan bakar mineral (HS27), mesin-mesin atau  pesawat mekanik (HS84) dan pupuk (HS31) merupakan penyumbang impor terbesar di Kalbar pada Agustus 2016.
  “Ketiga golongan barang tersebut, masing-masing 35,47 persen, 16,79 persen, dan 9,04 persen dengan kontribusi sebesar 61, 30 persen,“ tambahnya.  

Pitono menambahkan untuk negara Asia yang menjadi pemasok terbesar impor Kalbar pada Agustus 2016 yaitu masing-masing sebesar 38,97 persen, 22,15 persen, dan 11,69 persen.   “Dengan kontribusinya sebesar US$25,78 persen dari keseluruhan nilai impor,” tegasnya  

Sebagian besar impor Kalbar berasal dari Asia yaitu sebesar US$25,78 juta atau sekitar 92,40 persen, sedangkan kontribusinya nilai impor berasal dari negara tujuan utama lainnya (Belarus dan Amerika serikat) “Sebesar 6,15 persen serta 1,45 persen berasal dari negara lainnya,“ tandasnya. (ova/sut)