Harga Ayam Pedaging di Kota Pontianak Turun Rp 15 Ribu per Kg

Finance

Editor sutan Dibaca : 789

Harga Ayam Pedaging di Kota Pontianak Turun Rp 15 Ribu per Kg
Ayam Pedaging (ist)
PONTIANAK, SP – Harga satuan ayam broiler (pedaging) di sejumlah pasar tradisional di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, mengalami penurunan hingga Rp15 ribu per kilogram. Sebelumnya,  Rp35 ribu per kilogram,  sekarang Rp20 ribu per kilogram.

“Harga satuan paling rendah sepanjang tahun 2016. Kalau dijual Rp25 ribu per kilogram, tidak ada yang beli,” kata Hasanuddin Syahrir, pedagang ayam di Pasar Flamboyan, Pontianak, Minggu (23/10/2016).

Menurut Hasanuddin, harga satuan tersebut sudah terjadi dalam satu pekan terakhir. Pasalnya, daging ayam melimpah, menjadi pemicu turunnya harga satuan ayam pedaging di tingkat konsumen.

Hasanuddin mengungkapkan  turunnya harga satuan ayam daging,  tentu merugikan para pedagang, karena margin keuntungan yang diperoleh menjadi sangat tipis.
Dia menyebutkan ketika ayam broiler dijual Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, para pedagang di pasar tradisional bisa mengeruk keuntungan hingga Rp3 ribu per kilogram.

 Dengan harga Rp20 ribu per kilogram, maka keuntungan dinikmati pedagang di pasar tradisional maksimal Rp1 ribu per kilogram. Banyak pedagang melakukan banting harga, asalkan tidak merugi.

 “Ayam pedaging di pasar tradisional hanya bisa dijual hingga pukul 09.00 WIB pagi sejak pukul 24.00 WIB malam hari sebelumnya. Kalau sudah pukul 07.00 WIB pagi, pedagang biasanya banting harga, agar jualan laku,” papar Hasanuddin.  

Sementara itu, Holi Saputra, pensuplai ayam broiler di Pasar Induk Flamboyan, Pontianak, mengakui, produksi melimpah membuat harga satuan di tingkat konsumen turun drastis.  

Dikatakan Holi, bisnis daging ayam sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, karena sebagian besar pakan didatangkan dari luar negeri.  Holi mengatakan, pada saat pedagang menjual Rp20 ribu per kilogram, hampir dipastikan pedagang merugi, karena ongkos produksi per kilogram berkisar antar Rp16 ribu per kilogram hingga Rp17 ribu per kilogram.  

Belum termasuk ongkos angkut, penyusutan dan resiko ayam mati sebelum sampai ke tujuan.
"Padahal margin keuntungan ideal minimal Rp5 ribu setelah ongkos produksi, karena mesti memperhitungkan penyusutan dan resiko lain yang ditanggung pedagang semenjak diangkut dari lokasi peternakan,” ujar Holi Saputra. (aju/sut)