OJK Edukasi Pelaku Usaha di Kota Singkawang

Finance

Editor sutan Dibaca : 569

OJK  Edukasi Pelaku Usaha di Kota Singkawang
Ilustrasi
SINGKAWANG, SP - Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Kalbar, Mohammad Fahmi mengatakan, sesuai dengan undang-undang bahwa fungsi OJK adalah mengatur, mengawasi dan melindungi dalam hal perlindungan konsumen (baik masyarakat umum, UKM, dan sebagainya) terkait literasi dan inklusi keuangan.

"Literasi itu tingkat pemahaman masyarakat. Sedangkan inklusi keuangan itu tingkat pengguna dan pemanfaatan otoritas jasa keuangan, ini kita edukasikan ke masyarakat," kata Fahmi saat  seminar 'Penguatan OJK dalam Literasi dan Inklusi Keuangan terhadap UMKM'  dan Pelaku Industri keuangan dalam era ekonomi ASEAN (MEA) di Kota Singkawang.

Menurutnya, inklusi keuangan masyarakat saat ini sangat rendah, yang mana literasi hanya 20 persen se-Indonesia. Sementara yang menggunakan hanya 36 persen.

Salah satu sektor strategis domestik yang dapat dikembangkan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi,  serta peningkatan produktivitas rakyat dalam menghadapi persaingan pasar internasional, adalah pengembangan program UMKM dan Kewirausahaan.
"Hal ini menjadi penting, terutama dengan dilakukannya pada era MEA saat ini," ungkapnya.

Karena lanjut Fahmi, hal ini berdampak langsung dengan diberlakukannya MEA di wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Salah satunya adalah Kalbar yang memiliki panjang wilayah perbatasan lebih kurang 966 Km, melintasi 146 Desa, 15 Kecamatan, 5 Kabupaten dengan luas lebih kurang 20.352 kilo meter persegi.

"Dimana ada sekitar 54 jalan setapak menghubungkan 55 Desa di Kalbar dengan 32 kampung di Sarawak," jelasnya. (jee)