Tertipu, Nasabah BRI Ketapang Minta Uang Diganti

Finance

Editor Soetana hasby Dibaca : 642

Tertipu, Nasabah BRI Ketapang Minta Uang Diganti
Ilustrasi
KETAPANG, SP - Lima nasabah BRI Ketapang  yang menjadi korban penipuan melalui telepon, berharap pihak bank itu mengganti uang tabungan mereka yang dikuras oleh pelaku. Kerugian kelima nasabah BRI Ketapang mencapai Rp 300 juta lebih.

Novita (17), satu dari lima nasabah BRI Ketapang yang kehilangan uang tabungannya, berharap pihak BRI segera memberi penjelasan dan mengganti uang tabungannya.

“Saya berharap uang saya bisa segera dikembalikan, dan persoalan ini cepat selesai," ujar Novita, Minggu (4/12).

Novita kehilangan uang tabungan di BRI Ketapang sekitar Rp 63 juta, telah ditabung di bank milik pemerintah itu, sejak Juni 2016.

Korban menuturkan, kejadian itu dialaminya, 24 Agustus lalu, bermula dari masuknya panggilan telepon di handphone milik Novita.

Si penelepon mengaku dari pihak BRI, dan menyebutkan nama lengkap dan alamatnya dengan benar. "Makanya, saya pikir itu benar pihak BRI,"  ujar dia.

Dalam perbincangan itu, si penelpon meminta korban menyebutkan nomor mToken BRI miliknya. "Dari mana dia tahu ada SMS masuk ke handphone saya soal  mToken. Saya pikir dia benar pihak dari BRI,” jelas Novita.
Kepada korban,si pelaku meminta nomor mToken  untuk pembaruan. “Tanpa pikir panjang, saya sebutkan nomor mTOKEN itu,” kata Novita.

Tak selang lama, korban dikejutkan dengan notifikasi SMS yang memberitahukan aktivitas transfer dari rekeningnya. “Tidak lama ada SMS masuk pemberitahuan transfer dari rekening saya ke rekening orang lain," ungkap dia. 

Kejadian serupa juga dialami nasabah BRI Ketapang lainnya, Ibrahim dengan kerugian Rp 117.300.000, M Yusup Rp 66.390.500, Afriyan Hartadi Rp 1.969.366, dan Bernadeta Rosita Acun Rp 61.123.123.

Pimpinan Kantor BRI  Cabang Ketapang, Dekhi Ensya Permadi mengatakan akan memberikan keterangan hari Senin.

"Sudah saya beri surat kemarin. Tapi akan saya jelaskan lagi besok (Senin). Sekarang belum bisa saya kasih tanggapan, saya juga lagi bersama banyak orang," kata dia. (teo)