BNI Dibobol, Ini Cerita Komisioner KPU Kalbar

Finance

Editor sutan Dibaca : 810

BNI Dibobol, Ini Cerita Komisioner KPU Kalbar
GRAFIS (SUARA PEMRED/ KOKO)
PONTIANAK, SP - Puluhan nasabah BNI (Bank Negara Indonesia) di Kalbar mendatangi Kantor BNI Cabang Kubu Raya. Mereka adalah para korban penarikan uang di rekening secara ilegal.
 
Para nasabah ini kebanyakan dari kalangan menengah ke atas. Mulai dari PNS, akademisi hingga pelaku usaha. BNI menjadi pelengkap bank milik pemerintah, yang menuai catatan buruk. Nasib serupa pernah dialami Bank Kalbar, Mandiri dan BRI. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, selaku lembaga pengawas justru dituding tidak memiliki action, bagaimana belajar dari catatan buruk perbankan di Kalbar yang marak dibobol pelaku kejahatan cyber crime

Pada Senin (5/12), satu-persatu, nasabah BNI menanyakan perihal rekening saldo yang  berkurang drastis. Seperti dialami oleh Kasiono, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar ini, menderita kerugian hingga Rp 12 jutaan lebih. 

"Kejadian itu saya ketahui usai salat subuh. Saya lihat ada SMS banking masuk, ternyata penarikan Rp 3.032.14," kata Kasiono. 
   
SMS banking diterimanya bukan kali ini saja, melainkan sebanyak empat kali dengan nominal yang sama. Ia pun merincikan, total penarikan ilegal itu berjumlah Rp 12,500.000. Pada saat dicek, sisa saldo rekening milik Kasiono tersisa Rp123.407. 

Begitu mengetahui kejadian ini, Kasiono kemudian mendatangi Kantor BNI 46 di Desa Sungai Raya Dalam, di mana tempat ia membuka rekening. Siapa mengira, saat tiba di kantor bank plat merah ini, Kasiono bertemu puluhan nasabah lainnya dengan kasus yang sama.

"Saya juga ketemu dengan DR Jumadi, dosen Untan," tuturnya.(bls)