Soal Peringkat Layak Investasi di Indonesia, Ini Kata Ekonom

Finance

Editor Soetana hasby Dibaca : 526

Soal Peringkat Layak Investasi di Indonesia, Ini Kata Ekonom
Ilustrasi
JAKARTA, SP - Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan menilai, lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) seharusnya sudah mengganjar Indonesia dengan peringkat layak investasi (investment grade), namun terhambat karena mekanisme internal di lembaga asal New York tersebut.

"S&P selalu mencoba menambah faktor penilaian yang kadang-kadang muncul, seperti masalah politik-lah, yang akhirnya mencegah mereka untuk 'upgrade'. Jadi masalahnya lebih ke S&P," kata Anton, Kamis (22/12).

Dikatakannya, kriteria penilaian S&P itu berbeda dengan penilaian dari lembaga pemeringkat internasional lain, seperti Fitch Ratings, maupun Moody's.

"Fitch misalnya lebih banyak penilaian ke aspek makroekonomi maupun keuangan. Kalau lihat itu, angka-angka ekonomi Indonesia membaik, jadi penilaian mereka pun wajar. Sementara S&P kerap menambah faktor, misalnya politik," ujarnya.

Rabu (21/12) kemarin, lembaga pemeringkat internasional, Fitch merevisi prospek (outlook) ekonomi Indoensia dari stabil menjadi positif, dan mengafirmasi peringkat layak investasi (BBB-) untuk Indonesia.

Dari tiga lembaga pemeringkat internasional, yakni S & P, Fitch dan Moody's, hanya S & P yang belum memberikan peringkat layak investasi kepada Indonesia.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan dengan penilaian tersebut, Indonesia perlu terus menjaga stabilitas makro ekonomi dan memelihara keberlanjutan reformasi struktural serta lebih sinergis antarinstansi.

Agus menilai, penilaian dari Fitch itu juga tidak lepas dari upaya selama ini untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamen ekonomi Indonesia.

"Dari BI, ada beberapa upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan ketahanan sektor eksternal," kata Agus, Rabu kemarin. (has/ant)

Baca Juga:
Pengelolaan Minyak di Iran, Peningkatan Ekspor ke India 

Hari Ibu, Ini Rahasia Presiden Menyukai Perempuan di Kabinet

Lagi, Polda Kalbar Musnahkan Puluhan Ribu Kilogram Narkoba