Saham-Saham Yang Berpotensi Naik Tinggi

Finance

Editor sutan Dibaca : 876

Saham-Saham Yang Berpotensi Naik Tinggi
Kemarin senin (20/02) IHSG mengawali pekan dengan ditutup menguat tipis sebesar 0.16% pada level 5,359 dengan totol value transaksi di pasar reguler sebesar 4.1 triliyun rupiah,  dimana investor asing mencatatkan net buy 7 miliyar rupiah, pagi-pagi IHSG dibuka cukup yakin namun hingga akhir penutupan tidak bisa menjaga kenaikan nya dan bergerak melemah.

Pergerakan IHSG kemarin membentuk Bullish Harami Cross yang disertai dengan volume transaksi yang rendah dan dibawah rata-rata 20 hariannya. Harga juga berada di support area konsolidasinya saat ini.
 

Pada pergerakan hari ini, kami prediksi IHSG akan menguat terbatas yang didorong oleh sentimen positif dari harga acuan batubara yang naik cukup tinggi ke level 84.50 (+4.97%) untuk kontrak bulan maret 2017. Perhatikan saham-saham yang terkait bisnis batubara hari ini.
 
Berikut chart saham potensi hari ini : 




Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk

Perusahaan milik BUMN ini dengan kode saham PTBA  bergerak dalam bidang industri tambang batubara, meliputi kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan, pemeliharaan fasilitas dermaga khusus batubara baik untuk keperluan sendiri maupun pihak lain, pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap baik untuk keperluan sendiri ataupun pihak lain dan memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang ada hubungannya dengan industri pertambangan batubara beserta hasil olahannya, dan pengembangan perkebunan.
 

Secara teknikal, saat ini saham PTBA bergerak pada fase bearish jangka panjang nya namun melihat prosfek komoditas batubara yang masih bagus pada tahun ini, maka ada potensi untuk pembalikan arah menjadi trend bullish .

Pada perdagangan kemarin (20/02) saham PTBA di tutup menguat (+4%) pada level 11100 yang merupakan support kuat sehingga berpotensi breakout hari ini .  Target terdekat secara jangka pendek untuk saham ini ada pada level harga 11.700 dengan potensi keuntungan (+5%) apabila beli pada harga saat ini.



Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex)
Saham dengan kode SRIL ini bergerak dibidang industri pemintalan, penenunan, pencelupan, pencetakan, penyempurnaan tekstil dan pakaian jadi. Untuk bisnis seragam, Sritex dipercaya menjadi produsen seragam tentara Jerman dan sejumlah negara NATO lainnya.  

Secara teknikal, pada perdagangan awal pekan (20/02) saham ini bergerak pada trend bullish jangka pendek dan ditutup pada level 288. Secara midterm saham ini berpotensi naik hingga level 400 dengan potensi keuntungan sebesar (+38.89%) apabila membeli pada harga sekarang.



Delta Dunia Makmur Tbk
Sejak tahun 2009, saham berkode DOID ini kegiatan utama nya adalah jasa penambangan batubara dan jasa pengoperasian tambang melalui anak usaha utamanya yakni PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). Pelanggan utama DOID yang mempunyai transaksi lebih besar dari 10% dari nilai pendapatan bersih yaitu: PT Berau Coal (54%), PT Kideko Jaya Agung (16%) dan PT Adaro Indonesia (14%).  

Secara jangka panjang, saat ini saham DOID bergerak pada trend bullish  dan telah berhasil keluar dari fase sideways 450-550 yang cukup lama, Pada perdagangan kemarin (20/02) DOID ditutup menguat (+3.3%) pada level 625.

Saham ini berpotensi naik cukup tinggi dengan didukung harga komoditas batubara yang menguat cukup besar sehigga akan memberikan dorongan yang kuat untuk mencapai resisten terdekat 800 secara midterm dengan potensi keuntungan sebesar (+28%).
 

Free edukasi dan pelatihan trading saham : Senin- jumat pkl : 08.00-15.00/ Ruko sidas Jl. Sidas No 7H – Pontianak. CP : (0561) 574881 /083816496095. (
OSO Securities)