Langganan SP 2

Ekonomi Kalbar Tumbuh 4,77 Persen

Finance

Editor Kiwi Dibaca : 379

Ekonomi Kalbar Tumbuh 4,77 Persen
ilustrasi
PONTIANAK,SP-  Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan ekonomi Kalbar pada triwulan pertama 2017 sebesar 4,77 persen. Jika dibanding dengan 2016 di periode yang sama, pertumbuhan ekonomi Kalbar melambat yakni dari 6,64 persen turun menjadi 4,77 persen. "Namun untuk triwulan pertama 2017 jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya maka ada peningkatan yakni tumbuh 0,64 persen," ujar Kepala BPS Kalbar, Pitono, kemarin.

Pitono menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang ada, saat ini dilihat dari lapangan usaha didukung oleh semua lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh petambangan dengan penggalian sebesar 8,33 persen. Setelah itu diikuti oleh informasi dan komunikasi sebesar 8,31 persen dan jasa lainnya sebesar 6,82 persen.

"PDRB Kalbar berdasarkan lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2017 tidak menunjukan perubahgan yang berarti. Pertanian, kehutan dan perikanan, industri pengolahan, perdagangan besar-eceran, reparasi mobil- sepeda motor dan kontruksi masih mendominasi pertumbuhan Kalbar," papar dia.

Sementara dikatakan Pitono dilihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan triwulan pertama 2017 terhadap triwulan I-2016 terjadi pada komponen konsumsi rumah tangga, lembaga non profit rumah tangga, konsumsi pemerintah dan ekspor barang dan jasa.

"Pertumbuhan dari sisi pengeluaran dicapai komponen ekspor barang dan jasa sebesar 38,05 persen," jelasnya.

Selanjutnya jelas Pitono, struktur PDRB menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan I- 2017 juga tidak menunjukan perubahan yang berarti. Menurutnya aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh komponen pengeluran konsusmsi rumah tangga.

"Secara umum pencapaian kinerja ekonomi Kalbar 2017 sudah mulai menunjukan perbaikan dan optimis ke depan lebih baik," jelasnya.
Tendensi Konsumen Pitono mengatakan, Indeks Tedensi Konsumen (ITK) Kalbar triwulan pertama 2017 dikategorikan kurang baik dan itu terlihat dari angka ITK yang hanya 99,82 persen. "Tingkat kepercayaan konsumen pada triwulan I-2017 di Kalbar tidak optimis dan itu dilihat dari ITK yang berada di bawah 100," ujarnya di Pontianak, Jumat (5/5).

Pitono menjelaskan ekonomi konsumen kurang baik terutama didorong oleh pendapatan rumah tangga dengan nilai indeksnya hanya 101,24. "Kemudian belum lagi pengaruh inflasi terhadap total pengeluaran rumah tangga yang nilai indeksnya 90,68 persen," kata dia.

Ia menyebutkan bahwa ITK Kalbar berada posisi terakhir di antara provinsi yang ada di Indonesia. "Untuk ITK tertinggi di Indonesia itu terjadi di Provinsi Banten dengan nilai 108,42," jelanya.

Pitono memprediksikan untuk triwulan kedua 2017 mendatang, ITK Kalbar sebesar 101,23. Angka tersebut jelasnya menunjukan kondisi konsumen baik dan tingkat optimisme konsumen diperkirakan baik pula. "Perbaikan ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Kalimantan. Kalteng diperkirakan mengalami tingkat optimesme paling tinggi," kata dia. (ova/ant/ind)