Belajar Mengulik Realitas lewat Pementasan Teater Charlie Malam Ini

Gaya Hidup

Editor Andrie P Putra Dibaca : 494

Belajar Mengulik Realitas lewat Pementasan Teater Charlie Malam Ini
Pementas Charlie saat latihan, Sabtu (2/12).
PONTIANAK, SP - Bagaimana kita melihat realitas saat ini? Mendalami persoalan-persoalan sosial yang muncul belakangan?

Mungkin kita bisa belajar dari pementasan teater Charlie di Unit Pelaksana Teknis Institut Agama Islam Negeri Pontianak (IAIN Pontianak), Sabtu (2/12) malam ini mulai pukul 19.00 WIB.

Pementasan dari Komunitas Santri (Komsan) bekerjasama dengan NVRLND, Sanggar Anak Budaya (SAB), dan Amis, merupakan persiapan Komunitas Santri menuju seleksi Parade Teater Khatulistiwa yang diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Teater Kalbar Desember ini.

Naskah Slavomir Mrozek ini wajib disaksikan. Bercerita tentang lika-liku patriotisme seorang Kakek dan cucunya dalam pencariannya terhadap seseorang yang bernama Charlie. Lantaran terkendala usia, matanya rabun. Pergilah dia ke dokter untuk mencari kaca mata. Di sanalah kerumitan terjadi.

Arief Setiawan, Astrada pementasan ini mengungkapkan melalui kaca mata itu, pertunjukan ini minimal sepersekian persen gejolak umum masyarakat Indonesia akhir-akhir ini.

"Kami sengaja ingin menonjolkan itu sebagai representasi dari keadaan objektif kita saat ini. Banyak masyarakat melihat problematika yang terus menerus berlangsung dengan dangkal atau kering," kata Arief.

Penonton bisa membebaskan tafsirnya, melihat, meninjau, bahkan menganalisis sesuatu dengan cara yang berbeda berdasarkan latar belakangnya. Lebih objektif, relevan, bahkan "menjawab" setiap gejolak sosial yang ada, baik pro maupun kontra sehingga dapat menyimpulkan akar permasalahan dengan tepat.

Pementasan ini bertujuan untuk mengajak para penonton agar bisa mulai membuka cara pikir dan memandang problematika terhadap realitas yang terjadi saat ini di Indonesia. Pementasan ini cukup sederhana, kaca mata menjadi objek penting sebagai media atau perantara untuk melihat sesuatu.

Kaca mata menjadi representasi dari pisau analisis terhadap persoalan multisektor yang ada di Indonesia. (bls)