Kiprah Astra Dalam Pengembangan Masyarakat Kalbar

Info Anda

Editor Soetana hasby Dibaca : 812

Kiprah Astra Dalam Pengembangan Masyarakat Kalbar
TEMU WARGA - Astra Grup bersama masyarakat Sungai Jawi Astra Berseri, yang merupakan kampung binaan Astra Grup di Kota Pontianak, saat silahturahmi beberapa waktu lalu. Astra Grup bertekad terus menjadi garda depan pembangunan bangsa. (SP/Aep Mulyanto)
Bagian I: Membangun Peradaban dengan Catur Darma

PONTIANAK, SP - Astra tidak sekadar menjadi perusahaan multi internasional yang bergerak di berbagai bidang. Dalam usianya ke-60 tahun, Astra telah menjelma menjadi bagian terpenting dalam pembangunan Bangsa. Termasuk di Kalimantan Barat, Astra turut aktif dalam pengembangan masyarakat.

Tidak heran, bila perusahaan ini terus menjadi nomor satu di Bumi Khatulistiwa.

Selalu menjadi nomor satu memang tidak mudah. Berbagai usaha dan perjuangan harus dilakukan. Halangan dan rintangan yang besar juga terus menghadang, namun berkat kerja keras dengan konsep “Satu Indonesia”, Astra bisa menjaga konsistensinya sebagai nomor satu pada bidangnya masing-masing.

Misalnya, PT AHM menjadi nomor satu dengan produksi motor Honda yang berkualitas dunia, sedangkan PT Astra International Tbk Motor juga terus menjadi nomor satu dalam penjualan produk ini. Tidak kurang sekitar 20 varian motor Honda tersebar di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Kata Satu Indonesia, ternyata merupakan penjabaran dari Catur Darma yang terus diamalkan oleh Astra. Sebagai bagian dari pembangunan Bangsa dan masyarakat yang berkelanjutan, Astra menjadikan Catur Darma sebagai landasan berkiprah.

Catur Darma adalah empat kebajikan terbaik yang terus dilakukan Astra. Dengan Catur Darma, maka Astra tidak hanya menjalankan bisnis semata, namun memiliki tujuan-tujuan mulia sebagai orientasi bisnis tersebut.

Keempat Catur Darma, Pertama menjadi aset yang bermanfaat Bangsa. Kedua, memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Ketiga, menghargai individu yang memiliki kinerja terbaik, dan keempat adalah terus berusaha menjadi yang terbaik.

“Catur Darma adalah konsep bisnis yang menjadi pedoman wajib semua elemen di Astra. Dengan konsep ini, kami meraih berbagai penghargaan, baik sebagai perusahaan maupun individu,” kata Koordinator Astra Grup Kalbar, Stevan Cristanto.

Menurut pria yang merupakan Kepala Cabang Astra Daihatsu Pontianak ini, untuk menjadi aset yang bermanfaat bagi Bangsa, Astra turut menjadi wadah dan sarana pembangunan bangsa. Hal ini dibuktikan dengan penyaluran CSR  (Corporate Social Responsibility) yang kontinu.

Uniknya, CSR Astra tidak saja diberikan secara langsung dalam bentuk nominal uang, namun semua elemen di Astra turut mendampingi dalam realisasinya.

Penyaluran CSR ke masyarakat, menjadi hal yang wajib bagi Astra. Berbagai bidang pembangunan masyarakat, seperti pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan kesehatan lingkungan. Arah dan tujuannya meliputi komunitas muda, kalangan kampus, sekolah dan masyarakat umum.

Astra memang fokus memberdayakan kalangan muda, karena kawula muda menjadi masa depan Bangsa. Kawula muda sangat rentan dengan godaan hal-hal yang negatif, sehingga harus selalu didampingi. 

“Contoh dari penyaluran CSR ini di Kalbar adalah terbentuknya Kampung Berseri Astra, yang terletak di Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Pontianak Kota. Kita membangun Sungai Jawai Astra Berseri, berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat kita dampingi,” tuturnya.

Menerapkan pelayanan terbaik bagi pelanggan, yang merupakan poin kedua dari Catur Darma dilakukan untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Bagi Astra, menjadikan pelanggan adalah raja. Mereka wajib dilayani dengan baik dan dengan hati.

Catur Darma yang keempat, menghargai individu yang memiliki kinerja terbaik. Cara ini merupakan bagian dari pembinaan karyawan dan pegawai. Astra Motor maupun AHM berkomitmen terus meningkatkan kemampuan dan profesionalitas para karyawannya.

“Di semua bidang, kita berupaya terus menjadi yang terbaik. Ini amanah keempat dari Catur Darma. Terbaik dalam segala hal.  Agar apa yang kita lakukuan bermanfaat bagi semua orang, Bangsa dan Negara,” tukasnya. (Aep Mulyanto/bersambung)


Komentar