Senin, 17 Februari 2020


Sang Ratu Dijungkalkan Investor AS

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 2044
Sang Ratu Dijungkalkan Investor AS

Ratu Kerajaan Hawaii, Lili'uokalani (Wikimedia Commons)

Tepat pada tanggal ini, 127 tahun lalu sekelompok pengusaha memaksa Ratu Lili'uokalani yang memerintah di Hawaii untuk melepas kekuasaannya. Kudeta ini menyebabkan Kerajaan Hawaii runtuh dua tahun kemudian. Dan selanjutnya dicaplok masuk teritori Amerika Serikat menjadi negara bagian ke-50.

Di awal 1800-an para pedagang dan misionaris yang datang dari Eropa mulai mengutak-atik sistem monarki di Hawaii. Para pendatang ini menawarkan monarki konstitusional gaya Inggris. Di mana monarki hanya memiliki sedikit kekuasaan. Mereka kemudian mendirikan Partai Misionaris yang belakangan berubah jadi Partai Reformasi.

Tahun-tahun berikutnya orang-orang kaya dari daratan AS pun semakin banyak berinvestasi di pulau yang terletak di Samudra Pasifik itu. Terutama perkebunan tebu dan nanas. Pengusaha-pengusaha ini berniat mengontrol kerajaan. Pihak kerajaan yang merasa terancam tak tinggal diam.

Namun, pada 1887 Honolulu Rifles, kelompok milisi bersenjata yang dikendalikan oleh Liga Hawaii, memaksa Raja David Kalakaua menandatangani konstitusi baru. Liga ini didirikan sekelompok pengusaha dan pengacara. Sebagian besar anggota kelompok ini pemilik perkebunan tebu dan nanas raksasa di Hawaii.

Sementara salah satu ahli hukum di liga tersebut bernama Sanford Ballard Dole. Dole lahir di Hawaii, empat tahun setelah kedatangan orang tuanya di pulau itu sebagai kepala sekolah pada 1840. Dia mengambil studi hukum di AS dan mendirikan kantor pengacara saat kembali ke Hawaii.

Berbekal aturan baru yang disebut "Konstitusi Bayonet", sebagian besar kekuasaan kerajaan dilimpahkan ke dewan legislatif. Menurut Smithsonian Magazine, mekanisme pemilihan anggota dewan ini didesain lebih menguntungkan kaum pendatang.

The New York Times, dalam artikel Hawaiian Monarchy Overthrown by America-Backed Businessmen menuliskan selain mengurangi kekuasaan raja, konstitusi itu membatasi akses para penduduk asli Hawaii bagi kepemilikan tanah dan penguasaan literasi.

Saat Raja Kalakaua wafat pada 1891, adiknya Lili'uokalani tampil sebagai penerusnya. Ratu baru ini dengan berani menolak "Konstitusi Bayonet". Perempuan bernama asli Lydia Kamakaeha tersebut bahkan mengusulkan konstitusi baru yang memulihkan kekuasaan kerajaan. Tindakan ini membuat berang para pengusaha.

Dole dan para pengusaha membentuk Komite Keselamatan dengan rencana menggulingkan kerajaan dan meminta AS menganeksasi Hawaii. Sebenarnya pimpinan kepolisian di Hawaii berusaha mencegah dengan upaya penangkapan anggota komite dan menyatakan darurat militer. Namun rencana penangkapan ini dicegah para pejabat lainnya.

Pada tanggal 17 Januari, pasukan paramiliter komite berkumpul dekat Istana Hawaii di Honolulu. Mereka bergabung dengan 300 marinir dan pelaut AS dari USS Boston yang diperintahkan Menteri AS untuk Hawaii, John L Stevens melindungi para anggota komite. Smithsonian menyebut tindakan ini menandakan bahwa secara tidak langsung pemerintah AS mendukung usaha penjungkalan Ratu Lili'uokalani tersebut.

Ratu yang menghindari jatuhnya korban jiwa memutuskan menyerah. Komite Keselamatan membentuk pemerintahan sementara yang dipimpin Dole. Sebenarnya, Presiden AS Grover Cleveland tidak mengakui pemerintahan sementara itu dan meminta Lili'uokalani dikembalikan ke tampuk kekuasaan. Namun Dole menolak menyerahkan kendali pemerintahan dan mendirikan Republik Hawaii.

Loyalis kerajaan berusaha merebut kembali kekuasaan dua tahun setelah pelengseran Sang Ratu. Ratu Lili'uokalani ditangkap karena perannya yang diduga dalam kudeta dan dihukum karena pengkhianatan. Dalam tahanan rumah, perempuan yang lahir pada 1838 itu setuju untuk membubarkan monarki kerajaan. AS kemudian menganeksasi wilayah itu pada 1898.

Seabad setelah kudeta tersebut, Kongres AS mengeluarkan resolusi permintaan maaf atas keterlibatan orang dan pemerintah AS dalam peristiwa kudeta itu. Kongres juga mengakui orang asli Hawaii tidak pernah secara langsung menyerahkan kedaulatan mereka kepada AS. (tik)