Senin, 17 Februari 2020


Bakar 100 Mayat per Hari Tanpa Rehat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 24234
Bakar 100 Mayat per Hari Tanpa Rehat

MERAWAT - Rumah sakit darurat di Wuhan untuk merawat pasien corona.

Pemerintah China sempat dikabarkan melarang pemakaman bagi pasien yang meninggal akibat virus corona. Sebagai gantinya, mereka meminta jasad tersebut untuk dikremasi.

Seperti dilansir dari World of Buzz, larangan itu dilaporkan untuk memperlambat penyebaran virus berbahaya tersebut. Alih-alih mengadakan upacara pemakaman, mayat-mayat ini dibakar di ruang terbuka untuk mencegah pembusukan.

Baru-baru ini, seorang pekerja dari salah satu krematorium buka suara berbagi pengalaman kerjanya. Menyusul laporan yang dikutip New Zealand Herald, para pekerja pembakaran mengungkap bahwa mereka membakar mayat 24/7 setiap hari tanpa henti karena banyaknya korban jiwa akibat penyakit virus ini.

Sejak 28 Januari 2020, tempat pembakaran itu diduga telah menerima 100 mayat untuk dibakar setiap harinya. Dengan jumlah yang luar biasa ini, hampir mustahil bagi para pekerja tersebut untuk beristirahat dari pekerjaan mereka.

Dalam video yang beredar di internet, kota Wuhan yang terinfeksi terlihat diselimuti kabut tebal, yang diduga berasal dari asap pembakaran tubuh massal ini.

“90 persen dari kita harus bekerja 24/7 dan kita tidak bisa pulang. Setiap titik pembakaran yang ditunjuk di Wuhan beroperasi selama 24 jam,” kata karyawan yang membakar tubuh.

“Kami tidak makan atau minum untuk waktu yang lama sepanjang hari karena kami harus selalu berada dalam alat pelindung kami. Pakaian harus dilepas setiap kali kami ingin makan, minum, atau menggunakan toilet. Tapi begitu pakaian tersebut dilepas, tidak bisa digunakan kembali."

Setelah pekerja krematorium mengungkap informasi orang dalam ini, banyak penduduk Wuhan mulai meragukan korban jiwa resmi yang diumumkan pemerintah akibat virus corona Wuhan.

Sementara itu, banyak orang yang menunjukkan gejala penyakit mematikan itu mengatakan bahwa mereka tidak diberi perawatan karena rumah sakit terlalu penuh untuk merawat mereka.

Namun pihak berwenang China telah memperingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan berita palsu tentang virus corona agar tidak menyebabkan kepanikan di antara warga. 

Total Korban

Wabah virus corona terus merajalela. Dalam sehari di China, 86 orang meninggal akibat keganasan virus corona. Sebanyak 3.399 kasus baru corona juga dilaporkan sepanjang hari Jumat (7/2) kemarin di negara tersebut.

Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan seperti dilansir kantor berita China, Xinhua, Sabtu (8/2/2020), dari 86 kematian pada Jumat (7/2) tersebut, sebanyak 81 kematian terjadi di Provinsi Hubei, dua di Heilongjiang, satu di Beijing, satu di Henan dan satu di Gansu.

Selain 3.399 kasus baru terkonfirmasi corona di China, pada Jumat (7/2) juga dilaporkan adanya 4.214 kasus baru suspect (diduga) corona.

Komisi Kesehatan China juga melaporkan bahwa pada Jumat (7/2), sebanyak 1.280 pasien kondisinya menjadi serius dan 510 orang dibolehkan pulang dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh.

Dengan data tersebut maka total kasus terkonfirmasi corona di China daratan, sejauh ini telah bertambah menjadi 34.546 hingga Jumat (7/2) tengah malam waktu setempat. Adapun total korban jiwa di China tercatat sebanyak 722 orang ditambah satu korban jiwa di Hong Kong dan satu korban jiwa di Filipina. Sehingga total korban jiwa global akibat virus corona sebanyak 724 orang.

Komisi Kesehatan China menambahkan bahwa hingga kini total 6.101 pasien masih dalam kondisi kritis dan sebanyak 27.657 orang diduga (suspect) virus corona.

Untuk jumlah pasien yang berhasil sembuh, sejauh ini total 2.050 orang telah dinyatakan sembuh dan meninggalkan rumah sakit di China. (vvn/dtk)