Dikira Binatang Buruan, Ruba, Warga Kecamatan Empaci, Kabupaten Sintang, Kalbar Tertembak

Regional

Editor sutan Dibaca : 1272

Dikira Binatang Buruan, Ruba, Warga Kecamatan Empaci, Kabupaten Sintang, Kalbar  Tertembak
ilustrasi pemburu. (libregraphics.asia)

KAPUAS HULU, SP - Warga Kecamatan Empaci Kabupaten Sintang,  Ruba (48) tertembak oleh tersangka YK (35) warga Dusun Prajurit,  Desa Kenerak,  Kecamatan Semitau di Dusun Sungking Desa Karya Maju Kecamatan Boyan Tanjung pada Sabtu (23/01) sekitar pukul 13.00 Wib.   

Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, IPTU Charles Berto Nikolas Karimar mengatakan, Ruba dan YK pada saat itu sama-sama sedang berburu, namun Tim mereka berbeda.   Lokasi perburuan tersebut di hutan tempat pembibitan kelapa sawit.

Pada saat kejadian, tersangka (TSK) YK mengira kalau Ruba merupakan binatang buruan, kemudian ia pun melepaskan tembakan ke Ruba.   "Ruba ini kawan berburunya Aloysius, sementara TSK ditemani oleh Kadri. TSK YK mengatakan, tidak ada unsur kesengajaan menembak Ruba, namun karena khilaf," katanya.  

Kasat Reskrim mengatakan, sebanyak dua proyektil menembus tubuh korban Ruba. Dari kedua Proyektil tersebut, baru satu proyektil yang berhasil dikeluarkan dari tubuh korban Ruba.  Setelah korban melaksanakan operasi pertama di RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, untuk pengangkatan proyektil pada Minggu (24/01).

Kedua peluru tersebut bersarang di bagian dada sebelah kiri, dekat paru-paru. Sementara satunya lagi bersarang di bagian paru-paru.   "Jenis peluru yang digunakan peluru untuk berburu, dengan menggunakan senjata senapan patah," katanya.  

Dikatakannya, pada saat melakukan penembakan terhadap korban, Ruba tersangka YK langsung menolong korban dan membawanya ke Puskesmas. Selanjutnya, tersangka YK langsung menyerahkan diri ke Polsek Boyan Tanjung.  

"Tersangka YK telah ditahan di Polres berikut barang bukti senjata senapan patah dan peluru. TSK dikenakan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 1 dengan ancaman 20 tahun penjara," katanya.  

Ia meminta masyarakat yang masih memiliki dan menguasai senjata api, harap segera menyerahkan kepada aparat keamanan. Hal ini dikhawatirkan, terjadinya tindakan yang dapat mencelakai orang lain. (sap/lis)