Kementerian ESDM Bangun PLTS pada Lima Kecamatan di Kabupaten Bengkayang, Kalbar

Regional

Editor sutan Dibaca : 1620

Kementerian ESDM Bangun PLTS pada Lima Kecamatan di Kabupaten Bengkayang, Kalbar
PLTS DI JAGOI BABANG- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, tahun anggaran 2015. (SUARA PEMRED/Yopi Cahyono)
BENGKAYANG, SP- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah titik di Kabupaten Bengkayang sejak tahun anggaran 2015.  

Kepala Dinas Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bengkayang, Silverius Sinoor, Senin (25/1) mengatakan, untuk mewujudkan wilayah Kabupaten Bengkayang teraliri listrik membutuhkan kerja keras dan kemauan.   

"Selama 2015 sebanyak lima kecamatan masuk proyek PLTS dari Kementerian ESDM," beber Silverius.   Menurut Silverius, PLTS tersebut tersebar dibeberapa titik. Seperti Kecamatan Jagoi Babang  titiknya yakni di Dusun Pareh, Desa Semunying Jaya.   Di Kecamatan Sungai Betung di Dusun Melakos, Desa Suka Bangun dan Dusun Bengkuang Desa Karya Bakti.  

Di Kecamatan Lembah Bawang ada di Desa Tempapan dan Papan Uduk. Kecamatan Sungai Raya Kepuluan di Pulau Kabung. Di  Kecamatan Seluas di Kampung Tadan, Desa Bengkawan serta Desa Aris, Kecamatan Capkala.  

Dijelaskan Silverius, hanya mengajukan proposal dan berkoordinasi dengan daerah yang membutuhkan PLTS kepada Kementrian ESDM RI. Sedangkan proses lelang sampai pengerjaannya diurus Kementrian ESDM.  
"Intinya kampung atau dusun yang mau ajukan proposol pembangunan PLTS harus ada tanah yang dihibahkan dari warga setempat minimal 30 meter kali 30 meter atau lebih.
Beberapa waktu lalu saya meninjau pembangunan di Pareh, Papan Uduk, dan Aris," jelas Silverius.  

Dikatakan Silverius, akan melakukan supervisi dan rapat bersama kepala desa dan camat setempat  untuk menentukan lokasi yang ingin dibangun PLTS.    Sedangkan jumlah kepala keluarga dalam suatu komplek perkampungan minimal 50-100 KK atau lebih. 

Apabila rumah warga berjauhan antara satu dengan yang lainnya, dikuartirkan daya atau arus habis dijalan.   "Makanya dari beberapa lokasi pembangunan PLTS diutamakan kampung yang rumahnya tidak berjauhan," terang Silverius.  

Diakui Silverius, dalam pembangunan PLTS di Kabupaten Bengkayang dimenangkan PT INTI dan SEI asal Bandung Jawa Barat.   Semua barang yang dibutuhkan didatangkan langsung dari Jawa Barat menggunakan kapal laut ke Pontianak, kemudian mengunakan kontainer ke lokasi poembangunan PLTS.    Bahkan besi untuk pagar pebatas juga didatangkan dari Jawa. Pada tahun 2016 direncakan pada 20 lokasi pembangunan PLTS untuk diajukan ke Kementrian ESDM.  

Silverius Sinoor menuturkan, pihaknya masih menunggu serah terima PLTS dari Kementrian ESDM. Apabila sudah diserahterimakan  aset negera ini, Pemda Bengkayang akan menyerahkan kepada Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) untuk dikelola. Dimana OMS harus ada susunan kepengurusan, operator dan teknisi.  

Silverius menyarankan dusun yang dibangun PLTS segera membuat OMS sehingga kedepanya saat penyerahan aset negara berjalan lancar dan sukses.   Terkait kontribusi masyarakat dalam tarif atau iuran, warga bermusyawarah menentukan berapa besarannya dan disampaikan ke Bupati Bengkayang kemudian Bupati akan mengesahkan besaran iuran atau tarif yang disepakati oleh masyarakat.   Nantinya uang atau iuran per bulan yang dibayar oleh masyarakat dipergunakan OMS untuk operasional PLTS di daerah tersebut. (cah/aju)