Cari Sisa Eks Gafatar, Aparat Polres Ketapang 'sweeping' 4 Kecamatan

Regional

Editor sutan Dibaca : 1423

Cari Sisa Eks Gafatar, Aparat Polres Ketapang  'sweeping'  4 Kecamatan
EKS GAFATAR- Sejumlah warga eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) turun dari kapal Dharma Ferry II di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. (nasional.rimanews.com)

KETAPANG, SP - Kepolisian Resort Ketapang terus melakukan penyisiran di empat kecamatan yakni Muara Pawan, Benua Kayong, Delta Pawan serta Matan Hilir Selatan (MHS), yang selama ini menjadi tempat tinggal warga eks  anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi warga eks anggota Gafatar yang berada di wilayah Ketapang. Sebelumnya, pada saat proses pemulangan dengan menggunakan Kapal Dharma Fery II, terjadi selisih data antara manifes yang ada dengan jumlah penumpang yang menaiki kapal tujuan Semarang tersebut.

"Kemarin (selasa-red) kita lakukan penyisiran ulang di empat kecamatan, namun memang tidak ditemukan lagi warga mantan anggota Gafatar. Hanya saja, ada sejumlah aset mereka yang masih tertinggal dan dititipkan ke pihak desa atau warga sekitar," ungkap Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto, Rabu (27/1).

Terkait perbedaan jumlah data tersebut, Kapolres mengaku, hal ini disebabkan adanya kesalahan data saat evakuasi  ke dalam kapal.
"1.274 orang dipulangkan menggunakan Kapal Dharma Fery II dan tujuh orang pulang menggunakan Pesawat Kalstar tujuan Semarang. Jadi totalnya 1.281 orang. Terkait, adanya informasi warga mantan anggota Gafatar yang diduga hilang, itu tidak benar, karena ada kesalahan penghitungan saja, pada saat mereka masuk ke dalam kapal, sebab kondisi pada saat itu ramai," jelasnya.

Kapolres menerangkan, dari sekian warga eks  anggota Gafatar yang dipulangkan, satu di antaranya diduga sebagai Wakil Kepala Daerah Gafatar, itu sesuai dengan dokumen dari dalam laptop milik warga eks  anggota Gafatar tersebut.

"Namanya Faza Ananda, diduga merupakan Wakil Kepala Daerah Gafatar.  Hanya saja wakil kepala daerah mana,  kita tidak tahu, karena hanya menggunakan kode," ungkapnya. (teo/bob)