Arab Saudi Bantu Pembangunan SMP IT Insan Mulia di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu

Regional

Editor sutan Dibaca : 1102

Arab Saudi Bantu Pembangunan SMP IT Insan Mulia di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu
PEMANCANGAN TIANG PERTAMA – Kegiatan pemancangan tiang pertama Yayasan Media Insan, yang mendapatkan donasi dari Saudi Arabia untuk pembangunan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Insan Mulia, Kamis (28/1). (syapari)
<span><b>PUTUSSIBAU, SP – </b>Yayasan Media Insan, mendapatkan donasi dari Negara Saudi Arabia untuk pembangunan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Insan Mulia, di Jalan Banin, Teluk Barak, Keluarahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan.</span>   <br><br>Ketua Yayasan Media Insan, Juremi mengatakan pembangunan SMP IT ini sebanyak lima lokal untuk tahap pertama.   "Selanjutnya bangunan ini akan kita bangun dengan bertingkat dua atau tiga. Konstruksi bawahnya sudah kami atur untuk mampu sampai tingkat tiga," katanya, Kamis (28/1).   <br><br>Ia menuturkan bantuan tersebut murni dari Saudi Arabia. Untuk satu kelasnya nanti, berkapasitas sebanyak 25 siswa dan 25 siswi.    "Masalah memasukkan pelajar yang non muslim kami akan menawarkan dulu kepada masyarakat. Kami tidak melarang siapa pun yang mau sekolah cuma pendidikan kami konsep SMP IT, yang menekankan pada agama Islam," katanya.   <span><br><br>Sementara itu, Sekda Kabupaten Kapuas Hulu, Muhammad Sukri mengapresiasi Yayasan Media Insan yang telah membantu pemerintah daerah  dalam memajukan dunia pendidikan.</span>   "Ini bukan kali pertama, sebelumnya pihak yayasan juga telah membangun SD dan sekarang sudah membangun SMP," katanya, usai penancapan tiang pertama pendirian sekolah.   <br><br>Ia berharap, keberadaan SMP tersebut mampu menghasilkan siswa- siswi yang berkualitas. Sekda meminta, sekolah ini tidak hanya menerima siswa-siswi dari muslim saja tapi juga dari yang non muslim.   "Pendidikan ini hak semua agama dan suku tidak dibatasi untuk agama atau suku tertentu saja jadi dibolehkan. Yang tidak boleh, memaksa orang untuk memeluk agama tertentu,” katanya.   <br><br>Sekda meminta agar semua yayasan yang bergerak di bidang pendidikan melakukan hal yang serupa dengan menghadirkan fasilitas pendidikan.   <span>"Kalau bisa yayasan itu harus punya jaringan keluar negeri sama seperti yayasan ini," katanya.<b>(sap/and)</b></span>   <br>