Karyawan Indomaret Ditangkap Aparat Polres Sekadau karena Bawa Uang Diduga Palsu

Regional

Editor sutan Dibaca : 1920

Karyawan Indomaret  Ditangkap Aparat Polres Sekadau karena Bawa Uang Diduga Palsu
UANG PALSU - Sejumlah barang bukti uang palsu, yang ditemukan Polres Sekadau saat melakukan operasi cipta kondisi di depan kantor Polres Sekadau, Kamis (28/1) malam. Polisi sampai sekarang masih menyelidiki Eko, terkait ada atau tidaknya sindikat peredara
SEKADAU, SP – Karyawan toko modern Indomaret Kabupaten Sekadau, tertangkap membawa uang palsu oleh pihak Kepolisian Resort Sekadau. Penemuan tersebut ketika gelar operasi cipta kondisi secara rutin roda dua dan empat di depan markas Polres, Kamis (28/1) sekitar pukul 21.00 WIB - 22.00 wib.

“Ketika kami periksa kendaraan. Sebuah mobil membawa karyawan Indomaret dari daerah Sintang menuju Pontianak, gunakan mobil berjenis minibus berwarna silver bernomor polisi KB 1117 HP. Yang mana karyawan bernama Eko Nasrullah Ikhwanudin membawa uang palsu itu,” kata KBO Reskrim Polres Sekadau, Iptu Asep.

Menurutnya, Eko adalah termasuk salah satu kepala toko Indomaret yang berada di Sekadau. Ia merupakan warga asal Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau. Pria 25 tahun ini, kemudian digiring ke kantor polisi atas temuan sejumlah uang palsu di dompetnya itu.

“Kami menemukan di dompet Eko kedapatan menyimpan sejumlah uang yang diduga uang palsu,” ungkapnya. Kecurigaan polisi semakin kuat, ketika ditemukan dua lembar pecahan uang Rp 100 ribu berbeda dengan uang lainnya. “Ciri-ciri uang palsu tersebut sedikit tebal dan warnanya lebih terang. Saat kami amankan uang tersebut memang dalam kondisi sudah lecek,” ujarnya.

Eko membawa uang yang diduga palsu itu, bercampur menjadi satu dengan uang lainnya. Selain itu, juga didapati mata uang asing sebesar 1 RM (Ringgit Malaysia). Polisi kemudian mengamankan Rp 200 ribu yang diduga palsu tersebut. Menurut keterangan Ekon yang disampaikan polisi, uang didapati saat melakukan transaksi di minimarket tempatnya bekerja.
“Namun, rupanya Eko juga menyadari jika uang tersebut palsu dan masih menyimpannya. Bahkan, Eko telah diketahui menyimpan uang tersebut sudah sejak lama,” kata Iptu Asep.

Sementara guna mengetahui ada tidaknya jaringan pembuat uang palsu itu, pihak kepolisian akan melakukan pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kasus tersebut. “Kami akan menggandeng saksi ahli dari Kantor Bank Indonesia Cabang Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak,” jelasnya.

Atas dasar kejadian ini, Eko dapat dijerat dengan KUHP Pasal 36 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2011, tentang Mata Uang dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 10 miliar. “Walaupun belum melakukan transaksi, Eko tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini masih kami lakukan penyelidikan. Apakah ada jaringan pembuat uang palsu, itu masih kami kembangkan,” pungkas Iptu Asep. (akh/and)  

Menjabat Kepala Toko
Sementara itu, saat Suara Pemred mengkonfirmasi kepada salah seorang petugas kasir di toko Indomaret Sekadau, Jalan Merdeka Barat, menyebutkan Eko adalah kepala tokonya. Ia mengenalnya cukup akrab.
“Saya kenal dengan Eko, karena dia adalah kepala toko kami,” ujarnya penjaga kasir yang enggan menyebut namanya tersebut, Jumat (29/1).

Ketika ditanyai perihal kejadian yang menimpa bosnya ini, penjaga kasir tersebut mengaku tidak tahu menahu jika Eko memiliki uang palsu itu. Sebab, ia juga tidak memantau aktivitas Eko saat bekerja.  “Saya tidak tau kalau dia ditahan polisi, kalau tidak dikasi tahu wartawan,” singkatnya. (akh/and)